Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Belajar dari Rusia-Ukraina: Tindakan Apa Saja yang Termasuk Kejahatan Perang?

Muhammad Fadli Rizal , Jurnalis-Kamis, 30 Maret 2023 |06:05 WIB
Belajar dari Rusia-Ukraina: Tindakan Apa Saja yang Termasuk Kejahatan Perang?
Petugas Ukraina memeriksa sisa ledakan (Foto Antara/Reuters/Valentyn Ogirenko)
A
A
A

Pengadilan Nuremberg pada 1945 dan 1946 berujung pada hukuman mati bagi 10 pemimpin Nazi. Proses serupa dimulai di Tokyo pada 1948, yang menjatuhkan hukuman gantung kepada tujuh komandan tentara Jepang.

Pengadilan tersebut menetapkan preseden untuk penuntutan-penuntutan setelahnya.

Pada 2012, panglima perang Kongo Thomas Lubanga menjadi orang pertama yang dihukum oleh ICC ketika dia dinyatakan bersalah atas tuduhan merekrut dan menggunakan tentara anak di pasukan pemberontaknya pada 2002 dan 2003. Dia dihukum penjara empat belas tahun.

Pengadilan Pidana Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY) adalah lembaga bentukan PBB yang dibentuk untuk mengadili kejahatan yang dilakukan selama Perang Yugoslavia. Pengadilan itu berlangsung dari tahun 1993-2017.

Pada 2016, ICTY menyatakan Radovan Karadzic, seorang mantan pemimpin Serbia Bosnia, bersalah atas kejahatan perang, genosida, dan kejahatan terhadap kemanusiaan atas perannya dalam konflik tersebut. Ratko Mladic, komandan militer pasukan Serbia Bosnia, juga dinyatakan bersalah atas kejahatan yang sama pada 2017.

Pengadilan ad hoc lainnya juga telah mengadili sejumlah individu atas tuduhan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Rwanda dan Kamboja. Pengadilan Pidana Internasional untuk Rwanda adalah institusi pertama yang mengakui pemerkosaan sebagai sarana untuk melakukan genosida.

Apa yang dituduhkan kepada Rusia?

Sejumlah kota, termasuk Kyiv, Kharkiv, dan Kherson, telah diserang dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia melakukan kejahatan perang setelah Rusia meluncurkan serangan udara di Kharkiv, yang menewaskan warga sipil.

Moskow juga dituduh menggunakan bom tandan (cluster bomb) dalam serangan lainnya di kota itu. Bom tandan adalah senjata yang menghamburkan amunisi-amunisi kecil ketika mereka dijatuhkan.

Senjata tersebut dilarang oleh banyak negara berdasarkan Perjanjian Internasional tentang Bom Tandan pada 2008, tetapi tidak di Rusia atau Ukraina yang belum menandatangani perjanjian tersebut.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia dan duta besar Ukraina ke PBB juga menuduh Rusia menggunakan bom vakum dalam serangan di kota Okhtyrka, wilayah timur laut Ukraina.

Bom vakum adalah senjata termobarik yang dapat mengakibatkan kehancuran besar dengan meledakkan bahan bakar dalam wujud kabut gas.

Tidak ada hukum internasional yang secara spesifik melarang penggunaannya, namun jika suatu negara menggunakannya untuk menyasar populasi warga sipil di area permukiman, sekolah atau rumah sakit, mereka dapat didakwa dengan kejahatan perang berdasarkan Konvensi Den Haag 1899 dan 1907.

Kremlin menyangkal telah melakukan kejahatan perang atau menggunakan bom tandan dan bom vakum. Mereka menepis tuduhan tersebut, menyebutnya 'berita palsu'.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu, berkata: 'Serangan hanya dilancarkan pada target militer dan hanya menggunakan senjata presisi tinggi.'

(Widi Agustian)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement