Mbah Asih memperlakukan mereka semua sesuai kemampuan masing-masing. Tugas-tugas yang membutuhkan fisik prima diberikan kepada yang muda-muda, sementara Abdi Dalem yang sudah lanjut usia tetap berkarya dengan mengerjakan tugas yang lebih ringan.
“Abdi Dalem itu sebenarnya mengabdi pada budaya dan tradisi. Jadi tidak hanya mengabdi pada sultan,” kata dia.
Karena dipercaya menjadi juri kunci Gunung Merapi maka kewajiban yang harus ia lakukan menjaga alam karena Merapi itu adalah sebuah gunung. Budaya menjaga itu termasuk misalnya bersih-bersih di mana tidak boleh mengotori Gunung Merapi.
Tidak sekedar menjaga kebersihan lingkungan namun juga harus menjaga kebersihan perilaku. Di mana manusia tidak boleh berperilaku negatif ketika di area Gunung ini jika ingin tetap selamat sehat walafiat.
"Utamanya di situ tidak boleh mengotori. Siapa pun yang datang ke situ, kalau ada sampah, harus dikumpulkan, dibawa turun. Budaya kebersihan itu juga sangat penting," kata dia.
Dia kembali menegaskan, harus dibudayakan juga untuk menjaga alam, seperti tidak menebang pohon sembarangan. Selain itu tempat-tempat sakral harus dihormati sebagai penghargaan manusia terhadap segala makhluk lain yang berbagi bumi.
"Hal itu bisa dilakukan, salah satunya menjaga tutur kata ketika naik gunung. Perkataan harus baik. Yang baik-baik saja, yang tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain,” pesan ayah dua anak ini.