Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mahfud MD Sebut Parpol dan DPR Harus Ada, Ini Alasannya

Erfan Erlin , Jurnalis-Senin, 03 April 2023 |14:25 WIB
Mahfud MD Sebut Parpol dan DPR Harus Ada, Ini Alasannya
Menkopolhukam Mahfud MD dalam rapat di Komisi III DPR. (Foto: Riana R/MPI)
A
A
A

YOGYAKARTA - Sorotan tajam di media sosial (medsos) kini tengah mengarah kepada DPR dan partai politik (parpol). Bahkan, banyak desakan yang meminta agar kedua lembaga atau sistem tersebut dibubarkan.

Demikian disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD saat ceramah yang bertema 'Pemugaran Partai Politik Sebagai Instrumen Kaderisasi Kepemimpinan" di Masjid Kampus UGM, Sleman, DIY, Minggu (2/4/2023).

 BACA JUGA:

Dia menjelaskan, parpol itu merupakan instrumen konstitusi untuk menjaga keberlangsungan suatu negara. Dia kemudian menyatakan kedua lembaga ini tetap harus ada sebagai instrumen negara.

"Saudara, itu (pembubaran) pilihan yang sangat jelek," ujar dia.

 BACA JUGA:

Dirinya menuturkan, dibanding tidak ada DPR, tidak ada parpol, lebih baik hidup bernegara ini mempunyai DPR, mempunyai parpol meskipun kedua institusi ini jelek. Dia mencontohkan, semisal dengan ketiadaan parpol dan DPR lalu kemudian sistem negara berubah menjadi otoriter atau monarki.

"Nanti yang ada hanya akan memperbesar potensi kesewenang-wenangan. Sementara di lain sisi masyarakatnya tak memiliki peluang untuk mengontrol," tambahnya.

Dalam sejarah khilafah Islam, dia menjelaskan, bentuk kesewenangannya ketika banyak ulama dieksekusi lantaran berbeda pandangan politik atau memberikan fatwa tak sejalan dengan khalifah. Bahkan itu, Imam Hambali saat ini ajaran fiqh-nya diikuti sampai sekarang bahkan dipenjara, dianiaya karena beda pendapat dengan khalifah.

Tetapi, ketika sistem demokrasi dianut, menurut Mahfud, sejelek apapun kiprah partai tersebut maka bakal tetap memiliki peluang konstitusi. Artinya, mempunyai kans memperbaiki negara. Oleh karenanya DPR harus ada untuk menyelesaikan masalah.

"Oleh sebab itu jangan berpikir dalam situasi sekarang, sudah lah jangan menjadi demokrasi. Nggak boleh. Harus tetap demokrasi, pilihannya partai dan DPR harus diperbaiki bersama-sama," tegasnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement