Jumlah tersebut belum termasuk barang-barang korban yang menjadi barang bukti diduga dibuang ke beberapa daerah.
“Kalau dari orangtua GE sekitar Rp90 juta lebih. Itu dari mutasi rekening Rp90 juta mungkin lebih dari itu karena uang tunainya kita nggak tahu. Handphone dibuang di kali di Cirebon, kalau mobil (rental) di Wonosobo,” ujar Heri saat ditemui usai pemakaman.
Heri menambahkan, saat ini pihaknya akan terus mengawal kasus pembunuhan dengan cara diracun yang terkait dengan penggandaan uang. Menurutnya, proses hukum masih berjalan, karena belum semua jasad ditemukan, kemungkinan masih banyak karena baru 11 ditemukan.
"Yang jelas kita minta keadilan dengan hukuman setimpal, saya sebagai kuasa hukum akan mendampingi korban. Sudah jelas ini berencana dari mulai penggandaan uang sampai pembunuh, karena modusnya penipuan 378, si korban ini semua menagih janji dukun tersebut dan akhirnya semua yang nagih dibunuh," ujar Heri.
Sebelumnya, Mbah Slamet Tohari, dukun pembunuh dan pengganda uang di Banjarnegara ditangkap aparat kepolisian.
Pria berusia 45 tahun kini menjadi tersangka setelah aksi serial killernya terungkap. Menurut keterangan polisi telah menemukan 10 mayat korban praktik penggandaan uang yang dilakukan oleh Mbah Slamet.
Diduga ada beberapa korban yang tewas sejak lama karena saat ditemukan jasadnya sudah dalam bentuk kerangka.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.