TASIKMALAYA - Jalur Lingkar Gentong, Kadipaten, Tasikmalaya, terkenal dengan tanjakan ekstrem yang rawan kecelakaan. Tak jarang, jalur yang menghubungkan Bandung-Tasikmalaya ini memakan korban jiwa khususnya di musim mudik lebaran.
Dari keterangan warga setempat, kondisi korban meninggal di jalur ini banyak yang tak lazim. Pasalnya, banyak korban meninggal setelah bertabrakan maupun tertimpa kendaraan berat.
Kepada MNC Portal Indonesia, salah satu petugas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Enjang Saeful Mumin (44), menceritakan pengalaman mistisnya seusai mengevakuasi korban kecelakaan di Jalur Lingkar Gentong.
Saeful mengaku kerap mendengar suara aneh di rumahnya sepulang bertugas.
"Kadang-kadang sih kalau menolong ya mohon maaf ya (kondisi korbannya) yang hancur seperti itu setiap malamnya kita dengar sesuatu 'ah kita didatangin', ya seperti itu juga sih (ada rasa takut)," kata pria asal Cibahayu, Kadipaten, Tasikmalaya itu.
Saeful sendiri mengaku sudah menjalankan tugas kemanusiaan tersebut sejak delapan tahun terakhir. Baginya, mengevakuasi jenazah tak wajar akibat kecelakaan di Jalur Lingkar Gentong sudah menjadi rutinitas sehari-hari.
"Kalau rasa takut itu kan manusiawi kan meskipun kita udah terbiasa nolongin sampai yang hancur juga tetap aja," lanjutnya.
Kendati begitu, Saeful mengaku tidak pernah merasa trauma melihat langsung kondisi korban lakalantas di Jalur Lingkar Gentong.
"Kalau trauma sih nggak Alhamdulillah kalau ada kecelakaan dimanapun saya langsung meluncur ke lokasi, nggak pernah trauma," tutur Saeful.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.