Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejarah Kopasgat, Pasukan Elite TNI AU yang Disegani Militer Dunia

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 26 April 2023 |08:01 WIB
Sejarah Kopasgat, Pasukan Elite TNI AU yang Disegani Militer Dunia
Ilustrasi. (Foto: Antara)
A
A
A

JAKARTA - TNI Angkatan Udara memiliki sebuah pasukan khusus berkualifikasi brevet komando yang kemampuannya disegani oleh militer dunia, yaitu Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Pasukan khusus yang dikenali dengan baret jingganya ini sebelumnya bernama Korps Pasukan Khas (Kopaskhas) hingga berganti nama pada Januari 2022, sesuai dengan Surat Keputusan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa Nomor Kep/66/I/2022. 

Kopasgat yang memiliki “Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana", yang artinya bekerja tanpa menghitung untung dan rugi dalam Bahasa Sansekerta, dibentuk pada 17 Oktober 1947 dengan nama Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat).

Pembentukan Kopasgat bermula setelah diprakarsai oleh Gubernur Kalimantan Pangeran Muhammad Noor meminta kepada Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI, sekarang TNI AU), untukengirimkan pasukan payung ke Kalimantan untuk membentuk dan menyusun gerilyawan, membantu perjuangan rakyat di Kalimantan.

Atas inisiatif Komodor (U) Soerjadi Soerjadarma kemudian dipilih 12 putra asli Kalimantan dan 2 orang PHB AURI untuk melakukan penerjunan. Pada 17 Oktober 1947, sebanyak 13 orang berhasil diterjunkan di Sambi, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Ke-13 prajurit yang melakukan penerjunan itu adalah Hari Hadi Soemantri (montir radio AURI asal Semarang), FM Soejoto (juru radio AURI asal Ponorogo), Iskandar (pimpinan pasukan), Ahmad Kosasih, Bachri, J Bitak, C Williem, Imanuel Nuhan, Amirudin, Ali Akbar, M Dahlan, JH Darius, dan Marawi. Mereka diterjunkan dari pesawat C-47 Dakota RI-002 yang diterbangkan oleh Bob Freeberg berkebangsaan Amerika sekaligus sebagai pemilik pesawat.

Penerjunan itu adalah operasi lintas udara pertama dalam sejarah Indonesia, sekaligus menandai lahirnya Kopasgat.

Sebagai pasukan elite, TNI AU, Kopasgat merupakan satuan tempur berkemampuan tiga matra: udara, laut, dan darat. Setiap prajurit Kopasgat wajib memiliki kualifikasi parakomando (Parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional, yang ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasinya.

Warna Baret Jingga Kopasgat terinspirasi dari cahaya jingga saat fajar di daerah Margahayu, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dimana pasukan elite ini dilatih dan ditempa.

Kemampuan pasukan Kopasgat tidak perlu diragukan lagi, bahkan telah mendapat pengakuan dunia. Kemampuan itu dibuktikan pasukan Kopasgat dalam operasi di Timor-Timur pada saat pengamanan jajak pendapat pada 1999.

Saat itu 80 prajurit Kopasgat yang berjaga di Bandara Internasional Comoro nyaris kontak tembak dengan pasukan Australia yang tergabung dalam International Force for East Timor (Interfet).

Kala itu, pesawat C-130 Hercules yang membawa pasukan Interfet mendarat di Bandara Comoro. Saat keluar dari pesawat, mereka langsung membentuk formasi tempur, membentuk perimeter pertahanan.

Tindakan pasukan Australia ini membuat prajurit Kopasgat yang berjaga dan mengoperasikan bandara terheran-heran. Pasalnya, situasi keamanan di Timor-Timur saat ini dalam keadaan aman, justru tindakan pasukan Interfet membuat situasi menjadi tegang.

Melihat situasi yang semakin tegang, 80 prajurit Kopasgat sudah bersiap kokang senjata, jaga-jaga jika terjadi konflik dengan Interfet.

Ketegangan memuncak ketika Pangkoopsau II Marsda TNI Ian Santosa tiba di Bandara Comoro dengan kawalan sejumlah pasukan Pasgat, disambut dengan todongan senjata oleh pasukan Interfet yang menganggapnya sebagai ancaman. Alhasil, terjadi saling todong senjata antara pasukan Pasgat dan Interfet.

Untungnya, ketegangan dapat diredakan karena tindakan tegas perwira Pasgat, Kapten Eka. Dia mewanti-wanti setiap personel jangan sampai ada tembakan sebelum ada komando darinya. "Letusan pertama pada saya," tegasnya.

Bukti ketangguhan Kopasgat juga terlihat pada operasi menghadapi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Pasukan Kopasgat berhasil mempertahankan Bandara Armaga Aminggaru, Distrik Omukia Kabupaten Puncak Papua dari serbuan KKB anak buah Lerrymayu Telenggen. Bahkan dalam baku tembak selama 2,5 jam seorang anggota KKB berhasil ditembak mati oleh Pasgat.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement