MELBOURNE – Bahasa Indonesia diketahui cukup diminati di Australia. Namun perkembangan pelajaran bahasa Indonesia di Australia terkendala kurangnya guru.
Atas dasar ini, Victorian Indonesia Language Teacher’s Association (VILTA) berusaha memenuhi kekurangan tersebut dengan cara memfasilitasi pengiriman guru bantu bahasa Indonesia ke sekolah-sekolah di Victoria yang membutuhkan.
VILTA pun menggandengn Universitas Negeri Padang (UNP) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) akan mendatangkan guru bantu secara luring pada 2023 ini.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden VILTA, Silvy Wantania, dalam acara ‘2023 VILTA Annual Conference’ yang berlangsung di Melbourne pada Jumat (28/4). Menurut Silvy, pengiriman guru bantu sebenarnya telah berlangsung sejak 2021, namun karena adanya pandemi Covid-19 maka hal tersebut dilakukan secara daring.
“Tahun 2023 ini, kita akan mulai pengiriman guru bantu secara luring,” terangnya.
Acara konferensi tahunan VILTA 2023 dihadiri oleh 120 guru bahasa Indonesia di wilayah Victoria. Acara konferensi sendiri berisi penyampaian materi, lokakarya, serta sesi berbagai praktik baik sesama guru. Konferensi VILTA 2023 yang mengangkat tema “Menggalakkan Program Bahasa Indonesia” ini dibuka langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Australia dan Republik Vanuatu, Dr. Siswo Pramono dan menghadirkan pembicara kunci Professor Julian Millie dari Monash University.