Dalam sambutan pembukaannya Dubes Siswo menyatakan bahwa tema konferensi VILTA 2023 sangat relevan dengan situasi saat ini di Australia. Menurutnya, program bahasa Indonesia perlu digalakkan di Australia dan para guru bahasa Indonesia bisa menjadi ujung tombak untuk hal itu. Siswo berpendapat bahwa saat ini adalah momen yang tepat untuk menggalakkan bahasa Indonesia, mengingat pemerintah Australia tengah kembali mempromosikan Asia Literacy untuk siswa-siswa Australia.
“Dalam abad Asia, Indonesia merupakan salah satu negara penting yang perlu dipelajari oleh masyarakat Australia. Indonesia telah menjelma menjadi satu kekuatan ekonomi dunia, terlebih pasca suksesnya pelaksanaan pertemuan G20 di Bali. Hubungan bisnis Australia dan Indonesia juga semakin prospektif. Dalam hal ini, saling pengertian antara Indonesia dan Australia, antara lain melalui penggalakkan bahasa dan studi Indonesia di Australia, tidak hanya akan menjamin peluang bisnis yang berkelanjutan tetapi juga hubungan bilateral yang stabil dan perdamaian jangka panjang di antara kedua negara,” ungkapnya.
Dubes RI juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada VILTA yang telah menginisiasi dan memfasilitasi pengiriman guru bantu ke sekolah-sekolah di Victoria.
“Kita tahu, salah satu kendala pembelajaran bahasa Indonesia Australia adalah kurangnya jumlah guru. Oleh karena itu kami sangat berterimakasih dan memberikan penghargaan yang tinggi atas inisiatif dan kerjasama yang telah dilakukan oleh VILTA, UNP dan UNY untuk mengirimkan guru bantu ke sekolah-sekolah di Victoria,”paparnya.