Mengenai pengiriman guru bantu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) RI di Canberra, Mukhamad Najib, menyatakan bahwa kementerian pendidikan RI melalui Badan Bahasa juga telah mengirim guru bantu.
“Setiap tahun Badan Bahasa Kemdikbudristek mengirim guru bantu ke berbagai negara, termasuk ke Australia. Guru bantu dari Badan Bahasa telah dikirim ke Darwin, Melbourne dan Flinders baik secara daring maupun luring. Namun begitu memang jumlahnya belum cukup, masih banyak sekolah di Australia yang membutuhkan guru bantu. Oleh karena itu inisiatif VILTA sangat kita dukung,” ujarnya.
Sementara itu, Professor Julian Millie dalam materinya menyampaikan pentingnya memperbaharui gambaran tentang budaya Indonesia dalam rangka menggalakkan bahasa Indonesia di Australia. Menurutnya, saat ini masyarakat Australia masih mengenali budaya Indonesia sebagai budaya tradisional. Sementara, untuk kalangan anak muda hal tersebut sudah tidak menarik. Anak-anak muda Australia lebih tertarik pada budaya modern.
Karena itu, menurut Julian, Indonesia harus bisa lebih mempromosikan budaya Indonesia modern kepada siswa-siswa Australia. Jika siswa tertarik dengan budaya Indonesia modern, maka mereka pun akan tertarik belajar bahasa Indonesia.
Meski perkembangan bahasa Indonesia tidak sepesat bahasa Korea belakangan ini, ada yang menarik jika keduanya dibandingkan. Menurut Julian, pemelajar bahasa Indonesia lebih stabil dari awal sampai akhir. Misalnya pada tahun pertama ada 40 siswa yang mengambil bahasa Indonesia, para siswa ini akan terus belajar sampai selesai, sehingga ditahun ketiga jumlah siswa yang lulus masih 40. Sementara yang terjadi pada bahasa Korea berbeda, dimana pada tahun pertama yang daftar ratusan, tapi diakhir tahun ketiga yang selesai hanya sekitar 40an juga.
Acara konferensi yang berlangsung di Amara Hotel Riverwalk Melbourne ini berlangsung semarak. Selain berisi seminar, diskusi dan lokakarya yang serius, para peserta juga disuguhkan hiburan berupa tarian Enggang dari Kalimantan, makanan khas Indonesia, serta mini bazar produk-produk Indonesia. Dan yang tak kalah menyenangkan bagi guru adalah mereka mendapatkan banyak doorprize serta souvenir Indonesia.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.