JAKARTA - Sejumlah ketua umum (Ketum) partai politik (Parpol) tiba di Istana Merdeka, Selasa (2/5/2023) malam. Pertemuan yang merupkan undangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu bertajuk silaturahli lebaran.
Pantauan pukul 18.55 WIB, sejumlah Ketua Umum yang telah hadir yakni Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Airlangga Hartanto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, termasuk Ketum PPP Muhammad Mardiono sudah tiba.
Adapun acara tersebut berlangsung pukul 19.00 WIB. Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi. Menurutnya, Ketua Umum PAN ZUlkifli Hasan akan menghadiri pertemuan tersebut.
"Berkaitan dengan rencana pertemuan silaturahmi lebaran ketua umum partai politik hari ini di Istana Merdeka bersama Presiden Jokowi, Ketua Umum PAN Bang Zulkifli Hasan Insya Allah akan menghadiri acara tersebut," ujar Viva Yoga saat dikonfirmasi, Selasa (2/5/2023).
Viva mengungkapkan pertemuan tersebut diagendakan pukul 19.00 WIB untuk menguatkan silaturahmi antara partai politik pendukung pemerintah. Selain itu, sejumlah isu politik seperti koalisi dan kandidat capres-cawapres akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
"Silaturahmi Lebaran ini tentu akan semakin menguatkan ikatan kebangsaan di antara partai politik dalam bingkai NKRI," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menyebut, selain halalbihalal di bulan Syawal, pertemuan nanti malam yang rencananya dihadiri seluruh ketum-ketum parpol pendukung pemerintah di luar Partai Nasdem, juga akan membahas kontestasi Pilpres 2024.
"Berpotensi mewujudkan koalisi besar dengan formasi Ganjar-Prabowo sebagai Capres-Cawapres," kata pria yang akrab disapa Rommy, Selasa (2/5/2023).
Menurut dia, hal ini tentu bertolak dari kenyataan bahwa dua figur tersebut teratas di berbagai polling dan partai pemenang Pemilu 2019 lebih tepat sebagai pengaju capres, sementara parpol pemenang selanjutnya sebagai pengaju cawapres.
"Tentu hal ini terpulang ke Prabowo, apakah bersedia menjadi cawapres di tengah amanat partainya untuk menjadi capres," ujarnya.
Jika koalisi besar minus Nasdem tak terwujud, kata dia, maka pertemuan nanti malam bisa jadi akan memfinalisasi distribution of power dari 6 parpol pendukung pemerintah. Di mana, PDIP-PPP telah menentukan sikap finalnya, sementara yang 4 parpol lainnya yakni Golkar, Gerindra, PKB dan PAN belum menentukan sikap finalnya.
"Pendistribusian ini penting untuk memastikan kesinambungan pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintahan saat ini, khususnya mega-mega proyek infrastruktur seperti IKN, jalan tol, bendungan, bandara dan sebagainya," tuturnya.
Rommy juga melihat, jika hal ini sejalan dengan harapan Presiden Jokowi di beberapa kesempatan terbatas. "Presiden 2024 diharapkan tetap diusung dan dimotori oleh anggota Parpol pendukung pemerintahan saat ini," kata dia meniru harapan Presiden Jokowi.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.