YERUSALEM - Israel menyuarakan harapan pada Rabu, (3/5/2023) bahwa otoritas Saudi akan mengizinkan penerbangan langsung bagi warga Muslimnya yang ingin menunaikan ibadah haji, yang berlangsung bulan depan, dalam langkah yang akan menandai langkah menuju normalisasi hubungan.
Arab Saudi mengisyaratkan persetujuan terhadap hubungan antara Israel dengan tetangga Teluknya, Uni Emirat Arab dan Bahrain, yang disponsori Amerika Serikat (AS) pada 2020, tetapi telah menunda melakukan normalisasi dengan Tel Aviv, dengan mengatakan tujuan Palestina untuk menjadi negara merdeka harus dipenuhi terlebih dahulu.
Namun, prospek semacam itu semakin diselimuti oleh ketegangan Riyadh dengan Presiden AS Joe Biden, perbaikan hubungan baru-baru ini dengan saingan regionalnya Iran, yang merupakan musuh Israel, dan kebangkitan pemerintah Israel sayap kanan Benjamin Netanyahu.
Pendahulu Netanyahu, Yair Lapid, mengatakan pada 10 Maret bahwa, sebagai perdana menteri tahun lalu, dia mendapatkan persetujuan Saudi untuk apa yang akan menjadi penerbangan haji langsung pertama dari Israel. Sekira 18% dari populasi Israel adalah Muslim.
Riyadh belum memberikan konfirmasi.
Ditanya apakah penerbangan langsung akan dilakukan untuk ibadah haji bulan depan ke kota suci Makkah di Saudi, Menteri Luar Negeri Israel Eli Cohen mengatakan permintaan telah diajukan.
"Masalah ini sedang didiskusikan. Saya tidak bisa memberi tahu Anda apakah ada kemajuan," katanya dalam sebuah wawancara dengan Radio Angkatan Darat Israel, sebagaimana dilansir Reuters. "Tapi dengan itu, saya optimis kita bisa memajukan perdamaian dengan Arab Saudi."
Pemerintahan Biden Juni lalu memperkirakan akan ada penerbangan sewaan langsung dari Israel ke Arab Saudi untuk haji. Tetapi seorang pejabat senior AS yang memberi pengarahan tentang masalah tersebut mengatakan kepada Reuters pada hari Rabu bahwa "tidak jelas" apakah penerbangan akan dilanjutkan.
Muslim dari Israel dan wilayah Palestina saat ini melakukan perjalanan ke Makkah melalui negara-negara pihak ketiga, yang dapat menimbulkan biaya dan kerumitan tambahan.
Arab Saudi telah mengizinkan maskapai penerbangan Israel untuk menerbangkannya ke UEA dan Bahrain sejak 2020, sebuah koridor yang telah diperluas oleh Saudi dan Oman di sebelahnya untuk mencakup tujuan lain.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.