"Sehingga hal itulah yang juga harus dibaca, mengapa Bapak Presiden Jokowi di dalam pertemuan tersebut tidak mengundang dari Partai NasDem, tetapi sebagai sosok yang memang mengedepankan dialog Pak Jokowi terbuka," katanya.
"Sebagai tokoh yang terus mendengarkan kritik, mendengarkan masukan, dan kepemimpinannya merangkul, bapak Jokowi mendengarkan seluruh aspek-aspek, masukan, kritik, dan sebagainya,"pungkasnya.
Sebagai informasi, Presiden Jokowi melakukan pertemuan dan hanya mengundang enam pimpinan partai politik di Istana Negara pada Selasa (2/5/2023) lalu.