Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menapaki Rumah Perwira Jepang, Ada Jejak Sejarah Tempat Lahirnya Teks Proklamasi

Arief Setyadi , Jurnalis-Sabtu, 13 Mei 2023 |05:03 WIB
Menapaki Rumah Perwira Jepang, Ada Jejak Sejarah Tempat Lahirnya Teks Proklamasi
Bekas rumah dinas Laksamana Tadashi Maeda yang kini jadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

Selanjutnya Kedutaan Besar Inggris menempati rumah tersebut selama dua dekade. Selain itu, rumah ini juga pernah dijadikan kantor oleh Perpustakaan Nasional hingga 1982. Rumah itu kemudian ditinggalkan dan kosong selama lima tahun.

“Dulu rumah ini depannya tertutup seng saja. Enggak ada orang yang tahu bahwa dulu ini rumah bersejarah,” ujar kurator Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jaka Perbawa kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Hingga akhirnya Mendikbud Prof. Nugroho Notosusanto berinisiatif menjadikan rumah museum pada 1982. "Tapi tentunya setiap museum harus punya kisah dan koleksi. Untuk melengkapi semua yang ada di sini, kami mewawancarai tokoh-tokoh, sampai menghubungi Kedutaan Besar Jepang,” ujarnya.

Kontak mantan sekretaris rumah tangga Maeda, yakni Satsuki Mishima pun didapatkan. “Dari beliaulah kami mengetahui semua tata letak barang-barang, furniture di rumah ini,” kata Jaka.

Sedangkan semua koleksi di museum sudah merupakan replika, baik meja-kursi ruang tamu, ruang makan, mesin tik yang digunakan Sajuti Melik untuk mengetik teks tulisan tangan Soekarno, serta piano tempat Soekarno dan Mohammad Hatta menandatangani teks proklamasi usai diketik Sajuti Melik.

Pada halaman belakang, terdapat satu bunker perlindungan. Itu memang jadi ciri khas rumah-rumah yang dibangun orang Belanda di masa itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement