MOSKOW - Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam tudingan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mengatakan bahwa Rusia tunduk pada China.
Menurut dia, hubungan Rusia dengan China adalah sebagai mitra strategis dan tidak ada ketergantungan antara satu sama lain.
Dikutip Antara, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan Paris telah terpaku pada penguatan hubungan Moskow dengan Beijing, serta adanya perubahan tatanan dunia.
Menurut dia, Barat tampak takut terhadap pembentukan sistem hubungan internasional yang benar-benar multilateral, dengan beberapa poros terpisah terutama Rusia dan China.
“Dalam lanskap dunia yang berkembang ini, tidak dapat dihindari bahwa E. Macron, bersama dengan para pemimpin lainnya di Barat harus menyesuaikan diri dengan realitas hubungan yang kuat, adil, dan saling menghormati antara Moskow dan Beijing," tulis Grushko dalam sebuah pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Rusia, dikutip Antara.
Kecaman dari Rusia dipicu oleh pernyataan Macron dalam wawancara dengan harian Prancis l'Opinion, di mana dia mengancam untuk mengisolasi Kremlin karena invasinya ke Ukraina lebih dari 14 bulan lalu.