Dalam bagian akhir buku yang baru beredar terbatas di Tugu Pahlawan dan Museum House of Sampoerna Surabaya ini, Ady punya harapan tersendiri dengan terungkapnya tabir misteri perbentengan Surabaya ini.
Jebolan Teknik Sipil dari Institut Teknologi 10 November tersebut, berharap adanya kepedulian dari pemerintah setempat, mengingat Surabaya yang dijuluki Kota Pahlawan, tapi wisata sejarah dan kepahlawanannya masih minim.
Seperti kondisi Benteng Kedungcowek yang punya cerita tersendiri saat terjadi pertempuran sengit, di mana pasukan Inggris menyebut Pertempuran Surabaya sebagai Surabaya Inferno itu, sungguh memprihatinkan.
Situs sejarah yang pernah jadi bagian penting Kota Surabaya itu hanya akan hancur dimakan usia tanpa adanya pelestarian, layaknya benteng-benteng di Singapura dan Normandia yang kini, sudah dijadikan situs wisata sejarah oleh pemerintah Singapura dan Prancis.
(Fakhrizal Fakhri )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.