Sementara itu, kata Aam, kejadian cuaca ekstrem juga masih terjadi karena saat ini masih berada pada peralihan dari hujan ke kemarau. Namun, kejadian bencana yang paling banyak saat ini karhutla terutama di Kalimantan dan Sumatera.
“Distribusi secara spasial kita lihat kebakaran hutan dan lahan seperti yang kita biasa waspadai Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan di Aceh. Aceh sudah cukup sering frekuensinya meskipun secara historis tiga provinsi yang paling rawan karhutla itu sebenarnya adalah Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan,” ungkap Aam.
Lebih lanjut, Aam mengingatkan tiga provinsi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan juga harus diwaspadai potensi karhutla. “Kita lihat tergantung dari pola curah hujan yang ada kiranya pola curah hujannya memang sedikit atau suhunya lebih panas maka yang tiga provinsi yang menjadi kawasan rawan karhutla di Sumatera dan Kalimantan ini juga akan menjadi fokus perhatian kita untuk mitigasi karhutla.”
“Secara umum kita lihat sekilas saja bahwa kalau biasanya itu kita melihat banjir, sekarang kita melihat cuaca ekstrem dan karhutla,” tandasnya.
(Fakhrizal Fakhri )