JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terjadi 4 kali kejadian banjir dan 6 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama sepekan terakhir atau periode 15 hingga 21 Mei 2023.
“Total rekapitulasi kejadian bencana dalam satu minggu, tanggal 15 sampai 21 sekarang kita sudah di Minggu ke-3 bulan Mei, kalau kita lihat distribusinya banjir sekarang dalam tanda kutip hanya 4 kali, kebakaran hutan 6 kali, jadi sudah lebih banyak kebakaran hutan daripada banjir,” ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari dalam Disaster Briefing secara virtual, Senin (22/5/2023).
Aam sapaan akrab Abdul Muhari mengatakan banjir yang terjadi selama sepekan terakhir bukan dikarenakan banjir hulu tetapi banjir rob atau pesisir akibat adanya daya tarik fase bulan baru.
“Khusus untuk banjir sebenarnya banjir yang terjadi di minggu terakhir ini, bukan banjir dari hulu tapi banjir dari laut banjir rob yang lebih banyak disebabkan oleh faktor luar angkasa-nya ya, dari daya tarik fase bulan baru kemudian pasang surut lebih tinggi dari biasanya, sehingga air masuk ke darat lebih dalam dari biasanya,” kata Aam.
“Tetapi ini kalau kondisi lingkungan pesisirnya normal maka ini tidak akan mengganggu. Nah, kondisi lingkungan rusak ini yang kemudian membuat fenomena ini menjadi banjir,” tambahnya.