Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Mas Karyosudiro, Lolos dari Maut Usai Diserbu Pasukan Pangeran Diponegoro

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 26 Mei 2023 |07:12 WIB
Kisah Mas Karyosudiro, Lolos dari Maut Usai Diserbu Pasukan Pangeran Diponegoro
Pangeran Diponegoro (Ist)
A
A
A

PASUKAN Pangeran Diponegoro berperang menghadapi gabungan pasukan Pacitan dan Belanda. Pertempuran itu pecah di wilayah Glesung. Perang ini mengakibatkan banyak korban jiwanya, baik dari kubu pasukan Pacitan dan Belanda.

Bupati Pacitan, Mas Tumenggung Jogokaryo II yang menjadi pemimpin pasukan Pacitan berhasil ditangkap. Tubuh lemahnya sempoyongan karena dikeroyok musuh. Dia tak kuasa melawannya hingga tubuhnya roboh ke tanah.

Pasukan Belanda yang dipimpin Van Vlissingen juga kewalahan menghadapi pasukan Pangeran Diponegoro yang jumlahnya ribuan orang. Dikutip dari "Kisah Brang Wetan : Berdasarkan Babad Alit dan Babade Nagara Patjitan", terjemahan Karsono Hardjoseputro, Van Slissingen meminjam kuda milik Mas Cokrodiwiryo.

Mas Cokrodiwiryo mengira Van Vlissingen hendak maju perang, sehingga dia memberikan kudanya. Ternyata dugaannya salah, setelah Van Vlissingen menaiki kuda, kudanya dikeprak pulang melarikan diri.

Mas Cokrodiwiryo kemudian mencabut pedangnya dan maju ke tengah medan laga. Kehadiran Mas Cokrodiwiryo, langsung disambut serangan musuh secara bergelombang. Tak lama kemudian Mas Cokrodiwiryo tewas dalam pertempuran sengit tersebut.

Sementara, Mas Karyosudiro kerabat pasukan Pacitan, melihat ayah dan paman-pamannya tewas, langsung mengamuk dan tidak mengindahkan bahaya. Dia siap menyerahkan nyawanya untuk membela ayah dan paman-pamannya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement