JAKARTA - Dua unit kapal pemburu ranjau dari Jerman akan memperkuat TNI Angkatan Laut dan ditempatkan di Koarmada II. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan, kapal tersebut berbeda dengan kapal penyapu ranjau karena memiliki teknologi yang lebih canggih.
Dua unit kapal perang pemburu ranjau jenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV) yakni KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732, dapat melakukan sensor dan pendeteksian berbagai jenis ranjau.
BACA JUGA:
"Ini beda dengan penyapu ranjau ya, ini pemburu ranjau, jadi kapal ini cukup canggih," kata Ali di Mabes TNI AL (Mabesal) Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (31/5/2023).
"Jadi kapal ini dilengkapi dengan peralatan canggih, baik sensor, maupun alat-alat pendeteksi ranjau dan menetralisir terhadap ranjau, ranjau apapun. Termasuk magnetik, akustik, tekan, dan ranjau kombinasi dia bisa laksanakan pemburu ranjau," sambungnya.
BACA JUGA:
Kapal tersebut, kata Ali, menggunakan bahan baja non-magnetik serta memiliki degaussing system, yaitu sistem untuk mengurangi kemagnetan kapal. Kapal juga dilengkapi penggerak motor elektrik untuk mengurangi tingkat kebisingan.
"Jadi ini teknologinya cukup kekinian, dan merupakan kapal buru ranjau yang cukup canggih, di mana bahannya dari steel, non magnetic steel. Ya jadi dia baja tapi dia tidak mempunyai medan magnet, pengaruh kemagnetan," katanya.
KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 memiliki dimensi panjang 61,4 meter dan lebar 11,1 meter. Keduanya didukung dengan peralatan sonar terbaru yang mampu mendeteksi dan mengklasifikasi kontak bawah air.
Selain itu, kedua kapal perang memiliki Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk mengidentifikasi dan menetralisir ranjau, dan dilengkapi AUV (Autonomous Underwater Vehicle) untuk membantu mendeteksi serta mengklasifikasi kontak bawah air dan USV (Unmanned Surface Vessel), yakni kapal tanpa awak untuk pemburuan dan penyapuan ranjau.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.