Keluarga para korban mengatakan bahwa para guru tersebut diperintahkan kepala sekolah ke sungai untuk mencari batu kerikil dan pohon cemara untuk hiasan sekolah. Namun aparat lokal membantah hal itu dengan berdalih bahwa penyelidikan kematian dua guru masih berlangsung.
Kepada wartawan China, Li mengungkapkan bahwa mobil petugas yang menghalangi liputannya tiba 30 menit setelah dirinya tiba di lokasi.
"Ketiga polisi merampas ponsel saya dan membantingnya ke tanah. Saat saya berusaha mengambilnya, mereka memukul saya dan memecahkan kaca mata saya," ujarnya.
"Saya memegangi kepala dan mereka terus memukuli saya sampai enam hingga tujuh kali dalam satu menit," kata Li menambahkan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.