Penampilan wajah Tutankhamun telah lama membuat penasaran para peneliti dan masyarakat umum. Selama bertahun-tahun, berbagai perkiraan wajah telah dibuat dengan menggunakan teknik forensik.
Pada 1983, seniman forensik Betty Pat Gatliff merekonstruksi wajah Tutankhamun berdasarkan tengkorak plester yang dibentuk dari radiografi.
Kemudian pada 2005, tiga tim (satu Mesir, satu Prancis, dan satu Amerika Serikat) secara mandiri mengembangkan rekonstruksi wajah menggunakan tengkorak tersegmentasi dari pemindaian tomografi terkomputasi, menghasilkan interpretasi yang sedikit berbeda tentang penampilan firaun.

Rekonstruksi wajah Firaun Tutankhamun.
Studi baru-baru ini oleh tim akademisi dari Brasil, Australia, dan Italia menggunakan teknik digital canggih untuk merekonstruksi tengkorak Tutankhamun tiga dimensi berdasarkan data yang tersedia, termasuk irisan tomografi, sinar-X, dan pengukuran antropometrik. Para peneliti menggunakan proses yang disebut deformasi anatomi untuk mengadaptasi struktur tulang tersegmentasi agar sesuai dengan karakteristik tengkorak Tutankhamun. Tengkorak yang direkonstruksi ini kemudian menjadi dasar untuk perkiraan wajah menggunakan teknik forensik.