Video yang dikatakan Rusia sebagai pertempuran di Donetsk menunjukkan kendaraan militer dihujani tembakan hebat di lapangan. Rusia mengklaim telah membunuh 300 tentara dan menghancurkan 16 tank.
Namun klaim Moskow belum diverifikasi secara independen.
Dan pada Senin (5/6/2023), militer Ukraina mengatakan tidak memiliki informasi tentang serangan besar di wilayah tersebut.
"Kami tidak memiliki informasi seperti itu dan kami tidak mengomentari segala jenis pemalsuan," kata seorang juru bicara militer Ukraina kepada Reuters.
Jika rekaman kendaraan lapis baja yang ditembaki adalah asli, maka itu mencerminkan perlawanan keras yang akan dihadapi pasukan Ukraina ketika mereka mencoba untuk membebaskan lebih banyak wilayah.
Dan jika tidak seperti yang terlihat, itu masih merupakan upaya Moskow untuk mengendalikan narasinya.
Ada peningkatan yang signifikan dalam pengiriman pesan Ukraina tentang kapan dan bagaimana serangan balasan mereka dapat terbentuk.
Ukraina telah merencanakan langkah seperti itu selama berbulan-bulan. Tetapi mereka menginginkan waktu sebanyak mungkin untuk melatih pasukan dan menerima peralatan militer dari sekutu Barat.