Ia mengatakan, jika untuk mengatasi kekeringan yang ada di Purwosari tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah. Namun begitu, pemerintah kapanewon dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul juga telah mempersiapkan bantuan.
“Saat ini belum, masih proses lelang, kami juga koordinasi dari pihak kalurahan memang belum ada permintaan, tapi begitu, jika pada Juni ini sudah ada permintaan kami akan memberikan dan seleksi,” jelas Wahyu.
Salah satu warga Padukuhan Jambu, Giricahyo, Purwosari, Widodo mengatakan, ia sudah mulai membeli air sejak Bulan Maret. Karena menurutnya, kekurangan air selalu terjadi setiap tahunnya.
“Satu tanki harganya beragam, kalau seperti rumah saya dekat jalan raya ini Rp 130 ribu, kadang Rp 125 ribu mau, tapi kalau sudah masuk ya Rp 150 ribu,” kata Widodo.
Widodo menambahkan, satu tanki biasanya hanya bisa dimanfaatkan sampai dengan tiga minggu. Itupun jika keluarga kecil.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.