Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ingin Proklamasi Kemerdekaan Lebih Awal, Para Pemuda Nekat Culik Soekarno-Hatta

Susi Susanti , Jurnalis-Kamis, 22 Juni 2023 |07:01 WIB
Ingin Proklamasi Kemerdekaan Lebih Awal, Para Pemuda Nekat <i>Culik</i> Soekarno-Hatta
Soekarno-Hatta (Foto: Istimewa/Okezone)
A
A
A

Di ruang tunggu itu, pemuda Singgih bertanya kepada Bung Karno, apakah bersedia mengumumkan kemerdekaan tanpa melibatkan Jepang?

Saat bertanya, Singgih sengaja membarengi dengan meletakkan senapannya di atas meja. Singgih merupakan putra Panji Singgih, teman Soekarno dalam pergerakan nasional.

Sementara Sukarni berasal dari Blitar di mana orang tuanya dimungkinkan kenalan orang tua Soekarno.

Karenanya, saat rapat di kafe Hawaii di Cikini pada 15 Agustus 1945, sekolompok pemuda radikal pimpinan Chaerul Saleh, yakni Sukarni, Wikana, Adam Malik Joesoef Kunto, Singgih dan dr Moewardi, pemimpin Barisan Pelopor, menugaskan Sukarni sebagai pemimpin penculikan.

Bung Karno sebenarnya jengkel dengan sikap para pemuda, namun tidak diungkapkannya. Di kemudian hari, kepada Ktut Tantri, Bung Karno menceritakan kejengkelannya tersebut: Pemuda itu bisa saya tampar, kalau saya mau. Mereka itu anak-anak teman saya, dan saya sudah kenal mereka sejak kecil.

Saat Singgih dan Bung Karno sedang berunding, Guntur Soekarnoputra tiba-tiba menangis.

Fatmawati ingin menyusui bayinya, namun botol susu tertinggal di mobil sedan saat pindah ke panser.

Fatmawati meminta beberapa prajurit Peta untuk mencarikan botol susu.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement