3. Operasi klinik aborsi dilakukan secara rapi
Komarudin menambahkan bahwa operasi klinik aborsi tersebut dijalankan pelaku dengan rapi untuk mengecoh warga. Bahkan menurut Ketua RT setempat, warga mengira rumah itu digunakan untuk tepat tinggal TKW.
"Memang dalam waktu dekat ini kami curiga karena aktivitasnya kayak ngumpet-ngumpet gitu. Jadi datang pergi datang pergi, cuman pikiran kita di sini sebagai TKW," kata Ketua RT RT 04 Jalan Mirah Delima, Usman.
4. Ketua RT tak tahu rumah jadi klinik aborsi
Ketua RT 04 Jalan Mirah Delima, Usman mengatakan, pemilik rumah tak melaporkan diri bahwa rumah tersebut dikontrakkan. Saat dicek, kondisi rumah dalam keadaan kosong.
"Kemudian saya minta teleponnya, saya telepon, pemilik kontrakan ini nggak ngasih, saya minta KTP KK nggak ngasih. Sampai saat ini tidak pernah lapor identitas diri, belum pernah ketemu, hanya by telepon saja," kata Usman.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.