Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

4 Fakta Polisi Gerebek Rumah Klinik Aborsi di Kemayoran, 7 Orang Ditangkap

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 29 Juni 2023 |05:01 WIB
4 Fakta Polisi Gerebek Rumah Klinik Aborsi di Kemayoran, 7 Orang Ditangkap
Foto: MNC Portal Indonesia.
A
A
A

JAKARTA Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek sebuah rumah di Sumur Batu, Kemayoran, yang dijadikan sebagai tempat praktik aborsi. Dalam penggerebekan ini, polisi menahan beberapa tersangka yang diduga terlibat dalam praktik klinik aborsi.

Berikut fakta-fakta terkait penggerebekan ini:

1. Berawal dari laporan warga 

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Komarudin mengatakan bahwa dibongkarkan klinik aborsi ini berasal dari laporan warga yang curiga.

"Terbongkarnya tempat praktek yang diduga sebagai tempat aborsi dari laporan warga yang curiga akan adanya aktifitas di lokasi tersebut," ujar Komarudin di lokasi, Rabu (28/6/2023).

BACA JUGA:

Terungkap, Mayat Bayi yang Ditemukan di Kolaka Utara Hasil Aborsi Anak di Bawah Umur 

2. Polisi tahan tujuh orang 

Komarudin menuturkan, pihaknya juga telah mengamankan tujuh orang termasuk sang eksekutor aborsi. Pihaknya, juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Kami amankan SM seorang wanita yang sebagai eksekutor aborsi, dia hanya ibu rumah tangga dan bukan orang medis," imbuhnya.

3. Operasi klinik aborsi dilakukan secara rapi

Komarudin menambahkan bahwa operasi klinik aborsi tersebut dijalankan pelaku dengan rapi untuk mengecoh warga. Bahkan menurut Ketua RT setempat, warga mengira rumah itu digunakan untuk tepat tinggal TKW. 

"Memang dalam waktu dekat ini kami curiga karena aktivitasnya kayak ngumpet-ngumpet gitu. Jadi datang pergi datang pergi, cuman pikiran kita di sini sebagai TKW," kata Ketua RT RT 04 Jalan Mirah Delima, Usman.

4. Ketua RT tak tahu rumah jadi klinik aborsi

Ketua RT 04 Jalan Mirah Delima, Usman mengatakan, pemilik rumah tak melaporkan diri bahwa rumah tersebut dikontrakkan. Saat dicek, kondisi rumah dalam keadaan kosong. 

"Kemudian saya minta teleponnya, saya telepon, pemilik kontrakan ini nggak ngasih, saya minta KTP KK nggak ngasih. Sampai saat ini tidak pernah lapor identitas diri, belum pernah ketemu, hanya by telepon saja," kata Usman.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement