Tatang Koswara berasal dari Cibaduyut. Sebagian besar keluarganya merupakan pengrajin sepatu di CIbaduyut. Berkat memiliki pemahaman tentang sepatu yang memadai, Tatang Koswara berhasil menciptakan sepatu dengan alas terbaik tetapi tetap nyaman.
Tipu musuh dengan sabtu terbalik terbukti efektif. Tatang Koswara dapat bersembunyi di semak-semak dengan aman. Sementara, prajurit musuh mengajak jejak sepatu yang berlawanan arah.
Tatang Koswara juga pandai melacak jejak korban dari darah yang tercecer di lokasi pertempuran.
Korban yang tertembak pada bagian kepala meninggalkan darah dengan campuran warna putih berasal dari cairan otak. Sedangkan darah berwarna merah dengan jumlah banyak berasal dari dada korban yang tertembak.
Letnan Ginting mengakui kehebatan Tatang Koswara dalam menembak musuh. Keduanya sempat bekerja sama dalam pertempuran. Tatang Koswara saat itu mampu menembak musuh dari jarak 300 meter - 600 meter.