Kekhawatiran itu bahkan sudah melanda penduduk Korea Selatan sejak akhir bulan lalu, seperti yang disampaikan Lee Young-min, ibu dua anak berusia 38 tahun, yang tinggal di Seongnam, sebelah selatan Seoul.
"Saya baru saja membeli 5 kilogram garam," kata Lee, sebagaimana dilansir Reuters.
Dia berkata dia belum pernah membeli begitu banyak garam sebelumnya tetapi merasa dia harus melakukan apa yang dia bisa untuk melindungi keluarganya.
"Sebagai seorang ibu membesarkan dua anak, saya tidak bisa hanya duduk dan tidak melakukan apa-apa. Saya ingin memberi mereka makan dengan aman."
Warga yang berbondong-bondong menimbun, berkontribusi pada kenaikan hampir 27% harga garam di Korea Selatan pada Juni dari dua bulan lalu, meskipun para pejabat mengatakan cuaca dan produksi yang lebih rendah juga menjadi penyebabnya.
Sebagai tanggapan, pemerintah melepaskan sekira 50 metrik ton garam sehari dari stok, dengan diskon 20% dari harga pasar, hingga 11 Juli.
Otoritas perikanan Korea Selatan mengatakan mereka akan terus mengawasi ladang garam untuk setiap peningkatan radioaktivitas. Korea Selatan telah melarang makanan laut dari perairan dekat Fukushima, di pantai timur Jepang.