Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kronologi Ayah Simpan Jasad Bayi Dalam Freezer Kulkas di Ciledug

Isty Maulidya , Jurnalis-Jum'at, 07 Juli 2023 |15:53 WIB
Kronologi Ayah Simpan Jasad Bayi Dalam Freezer Kulkas di Ciledug
Ayah simpan jasad bayi dalam freezer kulkas (Foto: Isty M)
A
A
A

TANGERANG - Kisah seorang ayah berinisial S di Ciledug, Kota Tangerang menarik perhatian lantaran menyimpan jasad bayinya di dalam freezer kulkas. Polisi akhirnya menyelidiki kasus tersebut, dan diketahui bahwa S sendiri yang melapor ke Ketua RT setempat, bahwa anaknya meninggal di dalam kandungan.

"Setelah mengurus istri dan anak sambungnya di RSUD, S kembali lagi ke rumah untuk melapor ke Ketua RT setempat untuk mendapatkan surat pengantar untuk pemakaman jenazah bayinya ke kelurahan dengan mendasari surat keterangan kematian dari rumah sakit," ujar Kapolsek Ciledug, AKP Diorisha Suryo pada Jumat (7/7/2023).

Keterangan dari S perihal bayinya yang meninggal dunia pun diperkuat dengan Surat Keterangan Kematian dari Dokter RSUD Kota Tangerang bahwa bayi berjenis kelamin laki-laki itu meninggal dunia pada Senin, 3 Juli 2023, pukul 06.30 WIB, lahir dari istrinya AA (33th) dan bayi tersebut meninggal saat masih dalam kandungan karena istrinya mengalami pendarahan pada usia kandungan 8 bulan dan dirawat di rumah sakit sejak tanggal 2 Juli 2023.

"Setelah mengetahui bayi yang dilahirkan oleh sang istri meninggal dunia, S yang merupakan ayah dari sang bayi, mengurus dan membawa pulang jenazah bayinya ke rumah kontrakan di Sudimara untuk dapat dimakamkan pada siang harinya," lanjut Kapolsek.

Berdasarkan laporan S ke Ketua RT setempat diketahui bahwa S menyimpan bayinya di lemari S selama kurang dari 1x24 jam. Bayi tersebut meninggal pada 3 Juli 2023, dan langsung dimakamkan secara layak di TPU Selapajang pada tanggal 4 Juli 2023 setelah dibantu oleh staf kelurahan setempat.

"Pada hari Selasa pagi, 4 Juli, S mengurus surat keterangan untuk pemakaman jenasah di kelurahan. Setelah selesai, dibantu RT/RW dan staf kelurahan, jenasah bayi tersebut langsung dimakamkan secara layak di TPU Selapajang sekitar pukul 11 siang," katanya.

Adapun alasan S menyimpan bayinya di lemari es lantaran saat pulang membawa jasad bayinya, S dihubungi oleh pihak rumah sakit karena sang istri mengalami pendarahan hingga harus di rawat ICU. Di saat yang bersamaan, kedua anak sambung dari suami pertama sang istri yang masih berusia balita menangis karena ditinggalkan di RSUD, sehingga S balik ke rumah sakit.

"Kemudian, karena panik dan tidak memiliki keluarga di sekitar kontrakannya, sebelum balik ke rumah sakit S berinisiatif menyimpan sementara jenazah sang bayi di lemari es agar tidak membusuk," jelas Kapolsek.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami dan mengklarifikasi beberapa pihak guna mengetahui peristiwa yang terjadi.

Polisi juga sudah koordinasi dengan Pemda setempat dan Dinas Sosial Kota Tangerang, untuk membantu perawatan istri S dan menitipkan S beserta kedua anak balitanya untuk dirawat di Dinsos Kota Tangerang, mengingat S tidak memiliki pekerjaan tetap dan kedua anak balitanya masih perlu perhatian khusus.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement