Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Prabu Siliwangi Kalahkan Macan Putih

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Kamis, 20 Juli 2023 |07:13 WIB
Cerita Prabu Siliwangi Kalahkan Macan Putih
Prabu Siliwangi. (Ist)
A
A
A

Bahkan, konon, seluruh pasukannya berjanji akan membantu Prabu Siliwangi selaku penguasa Tanah Pasundan.

Lain cerita rakyat (mitos/epos) lain pula tafsiran ilmuwan asal negeri Belanda. Scipio, seorang peneliti Belanda pernah membuat sebuah laporan hasil penelitian yang ditujukan kepada Gubernur Jenderal VOC, Joanes Camphuijs.

Scipio melaporkan hasil penelitiannya mengenai jejak sejarah istanah Kerajaan Pajajaran di kawasan Pakuan, yang sekarang dikenal daerah Batutulis Bogor.

Dalam laporan yang ditulis pada 23 Desember 1687 itu, Scipio menyampaikan, “dat hetselve paleijs en specialijck de verheven zitplaets van den getal tijgers bewaakt ent bewaart wort”. Kalau diterjemahkan begini; Bahwa istana tersebut terutama sekali tempat duduk yang ditinggikan untuk Raja 'Jawa' Pajajaran, masih berkabut dan dijaga serta dirawat oleh sejumlah besar harimau. Hasil ekspedisi Scipio itu mengindikasikan bahwa kawasan Pakuan yang ratusan tahun sebelumnya merupakan pusat kerajaan Pajajaran telah berubah menjadi sarang harimau.

Menurut Scipio fakta bahwa tempat itu menjadi sarang harimau menimbulkan mitos-mitos bernuansa mistis di kalangan penduduk sekitar Pakuan mengenai hubungan antara keberadaan harimau dan hilangnya Kerajaan Pajajaran.

Jadi, berdasarkan pada laporan Scipio, dapat disimpulkan bila mitos maung lahir karena adanya kekeliruan sebagian masyarakat dalam menafsirkan realitas. Terlepas dari itu semua, yang jelas raja bergelar Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja adalah Raja Pajajaran yang sangat terkenal. Bahkan, sampai sekarang masih banyak yang mengaguminya. Prabu Siliwangi memerintah Kerajaan Sunda Galuh selama 39 tahun (1482-1521). Pada masa inilah Pakuan Pajajaran di Bogor mencapai puncak perkembangannya.

Dalam prasasti Batutulis terungkap bahwa Sri Baduga dinobatkan dua kali. Pertama, ketika Jayadewata menerima tahta Kerajaan Galuh di Kawali Ciamis dari ayahnya Prabu Dewa Niskala putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dari Permaisuri Mayangsari putri Prabu Bunisora.

Yang kedua ketika ia menerima tahta Kerajaan Sunda di Pakuan Bogor dari mertua dan uwanya, Prabu Susuktunggal putra Mahaprabu Niskala Wastu Kancana dari Permaisuri Ratna Sarkati putri Resi Susuk Lampung. Dengan peristiwa ini, ia menjadi penguasa Kerajaan Sunda. Pajajaran merupakan Kerajaan Hindu yang pernah menguasai tanah Sunda.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement