Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Karhutla Melanda Dua Wilayah di Sragen dan Klaten

Binti Mufarida , Jurnalis-Kamis, 20 Juli 2023 |03:29 WIB
Karhutla Melanda Dua Wilayah di Sragen dan Klaten
Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua wilayah di Provinsi Jawa Tengah yakni di Kabupaten Sragen dan Klaten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mencatat seluas 3 hektar lahan jati dan karet terbakar di Desa Kedawung dan Mojokerto, Kecamatan Kedawung.

“BPBD melakukan upaya pemadaman darat dan kondisi terkini dilaporkan api berhasil dipadamkan,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Rabu (19/7/2023).

BPBD Kabupaten Sragen mengimbau masyarakat setempat untuk lebih waspada terhadap beragam aktivitas warga pada musim kemarau, khususnya jika melakukan pembakaran sampah pada lokasi yang berdekatan dengan hutan dan lahan yang kering.

“Selain itu, karhutla juga melanda Kabupaten Klaten pada hari yang sama pukul 11.30 WIB,” kata Aam sapaan akrab Abdul Muhari.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi BNPB, karhutla berdampak pada tiga desa, yakni Desa Kaligawe di Kecamatan Pedan, Desa Toobong di Kecamatan Delanggu serta Desa Sanggrahan di Kecamatan Prambanan.

BPBD Kabupaten Klaten turut melaporkan seluas 2 hektar lahan terbakar dan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. BPBD Kabupaten Klaten mengerahkan truk tangki air berkapasitas lima liter air bersama para relawan setempat. Informasi terkini di lapangan api berhasil dipadamkan.

“Sejalan dengan kejadian tersebut, masyarakat lebih berhati-hati dengan aktivitas yang berhubungan dengan api di kawasan hutan dan lahan pada musim kemarau,” kata Aam.

Sementara itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan seiring dengan panjangnya hari tanpa hujan di kawasan Pulau Jawa secara umum.

“Meskipun bukan lahan gambut, pencegahan tetap harus dioptimalkan. Jika diperlukan, pemerintah daerah bisa mengusulkan operasi Teknik Modifikasi Cuaca untuk mengisi waduk, danau atau embung guna memastikan cadangan air pada musim kemarau,” katanya.

(Khafid Mardiyansyah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement