Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Soal Dapen Pelat Merah, Kolaborasi Kejagung dan Erick Thohir Diapresiasi

Rico Afrido S , Jurnalis-Jum'at, 21 Juli 2023 |11:59 WIB
Soal Dapen Pelat Merah, Kolaborasi Kejagung dan Erick Thohir Diapresiasi
Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Meneg BUMN Erick Thohir (Foto: Dok MPI)
A
A
A

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) kolaborasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir dalam bersih-bersih dana pensiun (dapen) di perusahaan pelat merah. Bahkan, Kementerian BUMN berjanji menyerahkan datanya pada akhir Juli 2023. 

Langkah Kejagung dan Erich Thohir menuai dukungan dari Aktivis Antikorupsi dari Jogja Corruption Watch (JCW) Baharuddin Kamba.

"Kolaborasi Kejagung dengan BUMN terkait dugaan korupsi dana pensiun itu dari rohnya, niatnya, kita apresiasi. Artinya, ada niat dari Erick Thohir untuk bersih-bersih," ujar Baharuddin Kamba dihubungi, Kamis 20 Juli 2023.

Baharuddin berharap Kementerian BUMN bisa berkomitmen penuh untuk bersih-bersih. Sehingga bisa menyerahkan data yang akurat terkait dugaan penyimpangan dana pensiun (dapen) pada akhir bulan ini.

"Ada jeda waktu, jangan sampai data yang diberikan itu berubah, ada dokumen-dokumen yang sengaja dihilangkan sehingga tidak menyentuh semuanya. Misalnya, dugaannya ada 70 orang yang dikorupsi berkurang menjadi 50 atau bahkan di bawah 50," ujarnya.

Maraknya kasus dugaan korupsi di BUMN, sambung Baharuddin, dipengaruhi tiga hal. Yakni, mulai dari lemahnya pengawasan, adanya kesempatan, dan tidak memberikan efek jera.

"Kalaupun dihukum, hanya sampai sanksi administrasi, tidak sampai ke (pengadilan) Tipikor. Walaupun ke Tipikor, hanya orang-orang di lapangan saja, bukan pelaku utama," ujarnya.

Menurut dia, ditunjuknya Kejagung sebagai institusi yang dipercaya menangani kasus lancung di BUMN tidak lepas dari performa yang ditunjukkan belakangan ini.

"Kenapa harus Kejaksaan Agung? Apakah terkait sekarang Kejaksaan Agung lagi in-nya menuntaskan kasus korupsi BTS atau ada hal lain?" tanya dia.

"Tidak hanya di Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi (Kejati) di DIY juga sedang in-nya menangani kasus-kasus dugaan penyelewangan dana kas desa,” sambungnya.

Kendati diakuinya, Korps Adhyaksa sedang dalam performa terbaiknya. Salah satu contohnya dengan melakukan bersih-bersih oknum jaksa nakal.

"Kejaksaan sudah mengarah pada perbaikan. Kejaksaan Agung sekarang kinerjanya lebih bagus daripada lembaga-lembaga penegak hukum lainnya. Itu harus diikuti lembaga penegak hukum lainnya, misalnya Polri-KPK, untuk bersaing dalam hal positif, penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi," tuturnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement