JAKARTA - Seorang wanita paruh baya di Koja, Jakarta Utara bernama Diah Kusuma Putri (45) sudah bertahun-tahun hidup sebatang kara, dan tinggal di sebuah rumah yang seluruh bangunannya sudah rusak dan juga hampir runtuh.
Berdasarkan pantauan wartawan, rumah yang ditempati wanita yang biasa di sapa Putri ini berada di Jalan Mayangsari 3, Wilayah RT 13 / RW 15 Kelurahan Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara nampak rusak berat tanpa atap bahkan tidak layak untuk di huni.
Di bagian halaman depan rumah, terdapat tumpukan material yang telah memenuhi pekarangan rumah. Selain batu, terdapat juga tumpukan sampah plastik yang diduga limbah rumah tangga berserakan hingga membuat rumah menjadi kumuh.
Selain tumpukan material yang berada di halaman rumah. Tampilan depan rumah juga tidak lepas dari adanya tumpukan debu yang telah lama menempel di bagian kaca tralis depan. Hal inipun membuat kesan rumah yang sangat jauh dari bersih.
Melihat wartawan hadir di perkarangannya, Putri mempersilahkan para awak media masuk. Saat didatangi, wanita paruhbaya ini tampak tidak terawat. Pakaian putri terlihat lusuh dengan aroma tidak sedap yang tercium menyengat.
Tak hanya kondisi bagian depan yang parah, kondisi bagian dalam rumah Putri juga nampak porak poranda seperti diterjang gempa bumi. Hampir seluruh atap atau genteng rumah jatuh hingga membuat ruang tamu bolong.
Di bagian lain, kamar tidur dan kamar mandi Putri juga terlihat tak beratap alias langsung terpapar sinar matahari. Bagian kamar tidur yang berada di bagian belakang rumah juga berisi sebuah kasur lusuh serta sofa tua.
Yang lebih miris, sudah bertahun-tahun tinggal di rumah milik orangtuanya, Putri selama ini hidup tanpa aliran listrik dan hanya ada bekas pembakaran lilin di ruang tamu rumah.
Untuk kebutuhan makan sehari-hari, Putri mengaku jika dirinya kerap mendapat bantuan dari warga sekitar atau gereja yang berada di lingkungannya. Bahkan tak jarang jika ada beberapa dermawan yang suka memberinya uang untuk sekedar membeli rokok.
"Untuk makanan kadang suka di drop dari kantor, warga sekitar atau gereja," kata Putri pada Minggu (23/7/2023).
Lebih jauh, saat ditanyakan soal latar belakang dirinya yang disebut sebagai seorang model dan pegawai bank, Putri terlihat melantur dan menjawan tidak sesuai pertanyaan.
Depresi Sejak Orangtua Meninggal
Mantan Ketua RT 13/RW 15 Tugu Utara, Ramlah Harahap (74) menceritakan tentang latar belakang Diah Kusuma Putri (45) yang disebut sebagai mantan model ini diduga mengalami depresi setelah ditinggal mati kedua orang tuanya pada 2015 silam.
Awal kecurigaan Ramlah terjadi saat menanyakan kondisi Putri namun jawabannya selalu ngelantur dan tidak nyambung. Putri menyebutkan bahwa dirinya sedang ngobrol dengan bapaknya yang sudah lama meninggal.
"Dia tinggal di sini sejak 1984, sama ibu bapaknya, dulu berempat sama pembantu. Belum lama berapa tahun yang lalu, tahun berapa ya udah hancur, tahun 2015 ibunya meninggal belum, mungkin 2019 kali ya," Kata Ramlah ditemui di lokasi, Minggu (23/7/2023).
Terkait kondisi rumah Putri yang hancur, Ramlah mengatakan bahwa hal tersebut dikarenakan kondisi rumah yang dipenuhi rayap dan tidak adanya kepedulian dari pihak keluarga, hingga membuat Putri hidup sebatang kara.
"Keluarganya tidak ada yang ngurusin, tapi tetap saya lihat ada yang ngirim beras, mie, air minum, minyak, itu ada yang ngirim. Listrik mati belum lama juga sih, setahun lewat. Karena memang enggak dibayar, kadang-kadang saya kasih lilin," pungkasnya.
(Awaludin)