JAKARTA - Atensi Ketua DPR RI Puan Maharani terhadap kemajuan TNI dinilai dapat menambah kekuatan untuk komponen utama sistem pertahanan negara itu. Saat menyaksikan latihan gabungan (Latgab) TNI, Puan menekankan pentingnya TNI bersiap dengan era penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Ia mengingatkan TNI harus siap dengan penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan di bidang militer, khususnya untuk tugas-tugas yang dianggap terlalu berbahaya untuk dikerjakan manusia.
Eks Menko PMK ini turut memberi contoh penggunaan AI melalui peran robotik yang sudah dilakukan oleh militer dari berbagai negara maju. Seperti, Angkatan Udara AS (USAF) yang menerbangkan jet tanpa awak sebagai 'Loyal Wingman' untuk mendampingi jet yang dikemudikan manusia.
Meski begitu, Puan mengakui dalam membuat suatu keputusan penting di medan pertempuran tidak bisa dilakukan oleh AI. Namun, prajurit yang memiliki jam terbang tinggi dan integritas akan melindungi negara mampu menjadi kolaborasi yang tepat dalam hal penerapan AI di bidang militer.
"Atensi dan dukungan Ketua DPR terhadap penggunaan AI dan teknologi tinggi oleh TNI patut diapresiasi. Bagaimanapun juga, pemanfaatan teknologi tinggi dalam akusisi alutsista memang sudah menjadi keharusan," kata Pengamat Pertahanan dan Keamanan, Anton Aliabbas, Selasa (1/8/2023).
Menurut dia, penggunaan AI di militer akan sangat diperlukan seperti pemanfaatan dalam sektor pengumpulan data intelijen. Penggunaan AI oleh militer pun saat ini sudah dimanfaatkan banyak negara, termasuk strategis dalam menghadapi konflik.
Seperti yang dilakukan militer Amerika Serikat, di mana sebuah drone nirsenjata bernama Global Hawk melakukan pemantauan di atas Laut China Selatan. Pemantauan tersebut disetujui oleh Singapura yang merupakan mitra kerja sama keamanan AS.
Diketahui, Global Hawk ditugaskan mengirimkan setiap rekaman gambar intelijen akan aktivitas negara lain di sekitar Laut China Selatan (LCS) yang saat ini masih diperebutkan oleh China dan sejumlah negara di Asia Tenggara. Untuk itu, kata Anton, TNI memang sudah harus memasuki wilayah AI mengingat Indonesia juga terlibat dalam urusan LCS.