JAKARTA - Sebuah musala di Kampung Sanepa, Desa Padasuka, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten, kondisinya memprihatinkan. Padahal, fasilitas ibadah yang berdiri sejak tahun 1983 itu masih digunakan masyarakat hingga kini.
Kondisi bangunan musala berukuran 6x6 meter persegi itu kini memprihatinkan, mulai dari tembok-tembok yang sudah retak dan pecah, juga atap bocor sehingga ketika hujan kerap menimbulkan banjir.
Relawan Ganjar Pranowo yang tergabung dalam Ganjar Milenial Center (GMC) langsung bergerak membantu renovasi musala tersebut. Tiba di lokasi pada Rabu (2/8/2023), para relawan menyerahkan stimulus bahan bangunan hebel untuk perbaikan Musala Sanepa.
Koordinator Wilayah GMC Banten, Cucu Komarudin mengatakan fasilitas ibadah itu diketahui berdiri sejak tahun 1983 dan belum pernah mendapat renovasi memadai.
"Dari tahun 1983 pertama dibentuknya musala ini sampai tahun 2023 belum ada pembangunan atau belum ada rehabilitasi bangunan, tidak ada perombakan dan sebagainya sedangkan di 1986 itu yang diganti hanya atapnya gitu bisa kami lihat bersama bahwasanya bangunannya juga sudah tidak layak," kata Cucu dalam keterangannya.
Cucu mengaku, bantuan ini berawal dari permintaan atau aspirasi masyarakat yang menginginkan sarana musala tersebut dilakukan renovasi total.
Dengan stimulus ini diharapkan dapat memupuk semangat gotong royong masyarakat untuk menciptakan sarana peribadahan yang aman dan nyaman.
"Tentu tidak menutup kemungkinan setelah beres pembangunan ini kami akan berupaya untuk bagaimana menjadikan kampung ini lebih maju lagi. Karena saya yakin dengan kami berkolaborasi, kami gotong royong hadir di tengah-tengah masyarakat kita berbuat baik dan positif," ucap dia.
Salah satu tokoh masyarakat, Ujang Riva'i (33) kini dapat bernapas lega, pasalnya bantuan ini memang sangat diperlukan oleh masyarakat guna percepatan renovasi total Musala Sanepa.