MEMILIKI Karier di Kepolisian selama puluhan tahun tentu menyisakan banyak cerita berkesan bagi M. Salahuddin. Pensiunan polisi itu kini menjabat sebagai Dewan Pembina DPW Pemuda Perindo Jawa Barat dan bacaleg DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil 9 Partai Perindo.
Berbagai persoalan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi telah ia tangani. Salah satunya masalah kenakalan remaja yang cukup menjamur di kawasan Bekasi dan sekitarnya.
M. Salahuddin bercerita, sejak pertama kali bertugas sebagai seorang anggota reserse hingga Kapolsek di wilayah Kabupaten Bekasi, ia paling sering menemukan masalah kenakalan remaja. Terutama aksi tawuran yang dilakukan oleh kalangan anak remaja tersebut.
BACA JUGA:
“Semasa saya juga menjabat, masalah yang paling utama yang kita perhatikan ini adalah kenakalan remaja. Apa yang dilakukan oleh mereka. Setelah kami melakukan proses pendekatan mencari apa sih yang mereka lakukan, hal-hal yang berkaitan itu yaitu berkaitan dengan masalah tawuran,” ujar M. Salahuddin, dalam Podcast Aksi Nyata, di YouTube Partai Perindo, Kamis, (3/8/2023).
Menurut M. Salahuddin, selain aksi tawuran, masalah kenakalan remaja yang kerap terjadi di kawasan Bekasi adalah aksi geng motor yang kerap meresahkan keamanan dan kenyamanan masyarakat setempat.
Pasalnya, ulah geng motor tersebut kini kian menjamur, apalagi dengan adanya media sosial yang justru dimanfaatkan sebagai platform saling menantang satu sama lain.
“Kemudian geng motor ternyata mereka ini antara lawan satu dengan yang lain tidak saling kenal. Tetapi mereka melakukan live Instagram, di Twitter mereka tantang-tantangan. Bayangkan waktu saya jadi Kapolsek itu dari yang dekat laut sana bisa nyampai ke Kota Bekasi. Bayangkan 34 jam baru nyampe di sini mereka melakukan tawuran, saya bilang ya Allah saya melihat seperti ini sangat-sangat fatal sekali,” ia menambahkan.
BACA JUGA: