M. Salahuddin juga semakin dibuat tidak habis pikir dengan kenakalan remaja saat ini. Pasalnya hal tersebut terjadi tidak hanya di remaja laki-laki namun bahkan sampai di kalangan remaja wanita.
“Kemudian selain itu bukan hanya laki-laki, saya ada datanya, masih ada di sisa-sisa setiap saya gelar perkara dengan pimpinan, ternyata banyak cewek-cewek juga. Bahkan dia yang melakukan shooting (live) pada saat kegiatan.
Paling sering kejadian itu di Kranji ada flyover, itu rumah-rumahnya di Kampung Rawa Bebek di situlah markas-markasnya,” ungkapnya.
BACA JUGA:
Meski begitu, ia mengaku bersyukur, selama masih menjabat sebagai Kapolsek, ia sempat temotivasi dari gaya kepemimpinan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran yang saat itu cukup concern terkait masalah kenakalan remaja, salah satunya aksi tawuran hingga geng motor.
“Pak Fadil Imran beliau itu begitu konsentrasi dan serius menangani berkaitan tawuran. Beliau pada saat itu sangat tegas. Kapolsek yang tidak menangani atau tidak mengetahui adanya tawuran di daerahnya sementara udah di blow up melalui media, itu langsung enggak pakai lama,” ungkapnya.
“Karena dianggap lalai di dalam melaksanakan tugas pada saat itu sehingga dengan adanya apa namanya ketegasan pimpinan kemudian kita rutin turun ke lapangan ya mengantisipasi termasuk melakukan monitoring, patroli cyber,” M. Salahuddin memungkasi.
(Furqon Al Fauzi)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.