Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Biografi Mohammad Hatta, Proklamator dan Bapak Koperasi Indonesia

Diana Aslamiyyah , Jurnalis-Senin, 07 Agustus 2023 |06:01 WIB
Biografi Mohammad Hatta, Proklamator dan Bapak Koperasi Indonesia
Mohammad Hatta.
A
A
A

JAKARTA – Dr. H. Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatera Barat dari pasangan Muhammad Djamil dan Siti Saleha. Pria yang dikenal sebagai Bung Hatta ini merupakan pejuang kemerdekaan Indonesia yang bersama Ir. Soekarno dikenal sebagai Bapak Proklamator Indonesia.

Bung Hatta bukan hanya pejuang kemerdekaan tetapi juga dikenal sebagai organisator, penggiat partai politik, negarawan, proklamator, pelopor koperasi dan wakil presiden pertama Indonesia. Selain menjabat sebagai wakil presiden bung hatta juga pernah menjabat menjadi perdana menteri dalam Kabinet Hatta I-II dan Republik Indonesia Serikat (RIS).

Menjelang kekalahannya dari Sekutu pada Perang Dunia II, pada awal Agustus 1945, Jepang membantuk Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. BPUPKI kemudian berganti nama menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dengan Soekarno sebagai Ketua dan Hatta sebagai Wakil Ketuanya.

 BACA JUGA:

Pada 17 Agustus 1945, setelah campur tangan dari kaum Pemuda, Soekarno dan Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta pukul 10.00 WIB. Sehari kemudian pada 18 Agustus 1945, Bung Hatta diresmikan menjadi Wakil Presiden RI mendampingi Bung Karno.

Setelah diangkat menjadi wakil presiden, Bung Hatta tetap aktif memberikan ceramah ke berbagai lembaga pendidikan tinggi. Pada 12 Juli 1947, Hatta mengadakan Kongres Koperasi pertama (yang ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia) dan Bung Hatta dinyatakan sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Pada 1955, Bung Hatta mengumumkan bahwa parlemen dan Konstituante telah terbentuk dan ia akan mengundurkan diri karena menurutnya dalam pemerintahan parlementer kepala negara hanyalah simbol dan oleh karena itu wakil presiden tidak diperlukan lagi.

Setahun kemudian, pada 23 November 1956 ia menulis surat yang berisi bahwa ia ingin mengundurkan diri menjadi Wakil Presiden pada 1 Desember 1956. Setelah 11 tahun menjabat sebagai wakil presiden, DPR mengabulkan permintaan Hatta mengundurkan diri pada sidang DPR 30 November 1956.

Bung Hatta menikah pada 18 November 1945 dengan Rachim Rahmi di Desa Megamendung, Bogor, Jawa Barat. Pasangan tersebut dikaruniai tiga orang putri yakni Meutia, Gemala, dan Halida. Pada 14 Maret 1980 pukul 18.56 Bung Hatta wafat di RSUD dr. Cipto Mangunkusumo setelah dirawat selama 11 hari. Beliau disemayamkan di rumahnya di jalan Diponegoro 57, Jakarta dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement