LUMAJANG - Kehilangan anak kesayangan secara tragis tentu membuat hati seorang ibu hancur. Seperti yang dirasakan Elfira Rustina, ibu dari Muhammad Naufal Zidan, mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang menjadi korban pembunuhan oleh kakak tingkatnya.
Kepada MPI, Elfira menceritakan firasat dan detik-detik terakhir saat ia bertemu dengan anak kesayangannya itu.
BACA JUGA:
Sebagaimana diketahui, Muhammad Naufal Zidan harus pergi dengan tragis, usai dihabisi oleh seniornya di kampus. Kepergian Zidan menjadi luka mendalam bagi keluarga.
Dari sejumlah keluarga Zidan, ibu kandungnya Elfira Rustina yang paling terpukul atas peristiwa yang merenggut nyawa buah kasihnya itu.
Elfira bahkan tak kuasa menahan tangis saat baru tiba di kampung halamannya di Kelurahan Tompokersan, Lumajang, Jawa Timur, untuk mengantarkan jenazah anak laki-lakinya untuk yang terakhir kali.
BACA JUGA:
Dengan menahan kesedihan, Elfira Rustina berkisah saat-saat terakhir ia bersama mendiang Zidan untuk terakhir kali, sebelum ditemukan tewas.
Pengalaman yang membuat saua gantar, dia tidak pernah mau diajak foto. Jadi momen apa saja kalau diajak foto itu sulit. Kalau dia enggak mood enggak mau. (Tapi) waktu itu di bandara 'Mama enggak kepengen foto sama saya?' Itu yang membuat saya ini (sedih)," katanya berkisah tentang pertemuan terakhir dengan anaknya, Senin (7/8/2023).
Tak hanya itu, kala mengantarkan anaknya berangkat kembali ke Jakarta, ia merasakan ada momen yang tak bisa dilupakan Elfira. Pasalnya, ketika hendak masuk ke bandara untuk terbang ke Jakarta, Zidan terlihat berat untuk melangkah.
Padahal, biasanya, ketika sudah masuk ke bandara, Zidan akan dengan enteng melangkah sembari memunggungi kedua orangtuanya yang mengantar di belakang. Namun, kali itu berbeda, Zidan kerap menolah ke belakang seakan enggan meninggalkan kedua orangtuanya.