Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Siti Atiqoh Ganjar Cerita Pengalaman Jambore Dunia di Korsel: Mental Peserta Kuat, Pejuang Luar Biasa

Eka Setiawan , Jurnalis-Rabu, 09 Agustus 2023 |02:44 WIB
Siti Atiqoh Ganjar Cerita Pengalaman Jambore Dunia di Korsel: Mental Peserta Kuat, Pejuang Luar Biasa
Siti Atiqoh. (Foto: Eka Setiawan)
A
A
A

SEMARANG - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jateng Siti Atiqoh Supriyanti menyebut para peserta Jambore Pramuka Dunia ke-25, khususnya dari Indonesia, tetap bersemangat beradaptasi dengan tantangan cuaca di sana. Jambore itu digelar di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan yang sedang dilanda cuaca panas ekstrem.

“Mental mereka kuat, tahan banting, ini pelajaran yang berharga,” kata Siti Atiqoh yang tak lain istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat diwawancara di Puri Gedeh, Kota Semarang, Selasa (8/8/2023) petang.

Siti Atiqoh Ganjar baru saja pulang dari Korsel. Selama 4 hari di lokasi Jambore Pramuka Dunia itu, dia merasakan langsung apa yang terjadi di sana. Suhu di sana sangat panas, mencapai 38 derajat celcius dengan kelembapan tinggi.

 BACA JUGA:

“Lokasi jambore itu di pantai reklamasi, tidak ada tanaman sama sekali di sana. Lokasinya tanah lapang,” lanjutnya menceritakan pengalaman.

Jambore Pramuka Dunia di Korea Selatan itu diikuti lebih dari 40.000 Pramuka dari 156 negara. Jumlah Pramuka WNI peserta jambore itu sendiri mencapai 1.569.

Siti Atiqoh mengaku sempat menemui mereka, berkomunikasi khususnya berdialog tentang cuaca ekstrem yang melanda. “Mereka bilang tetap semangat. Mereka pejuang yang luar biasa,” sambungnya.

Dia membandingkan tantangan Jambore Pramuka Dunia kali ini berbeda dengan 4 tahun yang lalu, ketika digelar di Virginia, Amerika Serikat. Ketika di Virginia, lokasinya banyak pepohonan. Meskipun ketika itu musim panas, namun masih sejuk, peserta terhidrasi dengan baik.

BACA JUGA:

Sang Suami Dipercaya Jadi Bacapres PDIP, Siti Atiqoh Doakan Amanah dan Full Support 

Pada Jambore Pramuka Dunia di Korsel kali ini, sebut Atiqoh, memang di sekitarnya ada beberapa kanopi dan bus-bus yang memang secara khusus disediakan untuk para peserta mendinginkan badan. Satu tenda, untuk tidur 2 orang.

Dia mengatakan memang ada 3 kontingen dari Indonesia yang sempat menderita heat stroke, kondisi paling berat pada tubuh akibat cuaca panas. “Tapi langsung bisa diatasi, mereka bisa beradaptasi dengan baik,” tambahnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement