Dia juga bercerita, beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris dan Singapura lebih awal menarik kontingennya akibat kondisi ini. Proses evakuasi akhirnya dilakukan dengan mengerahkan bus-bus. Kontingen Indonesia untuk sementara tinggal di dormitori (Wonkwang University Dormitory), yang jaraknya sekira 50 km dari lokasi jambore.
“Memang untuk toilet (di lokasi jambore), sanitasi awalnya cukup bersih, tapi karena jumlahnya tidak sesuai kapasitas (dibandingkan banyaknya peserta) jadi ada kendala,” pungkasnya.
Jambore yang mulai digelar 1 Agustus dijadwalkan berakhir pada 12 Agustus 2023 ini. Namun, karena cuaca panas ekstrem melanda, ditambah peringatan terjadinya angin Topan Khanun, Jambore Pramuka ke-25 Dunia itu selesai lebih awal dari jadwal.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.