Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Brutal! Anak Kecil dan Pelajar SMA Luka Parah Mukanya Disiram Air Keras di Pulogadung

Muhammad Farhan , Jurnalis-Kamis, 10 Agustus 2023 |15:57 WIB
Brutal! Anak Kecil dan Pelajar SMA Luka Parah Mukanya Disiram Air Keras di Pulogadung
Pelajar SMA disiram air kimia/Tangkapan layar media sosial
A
A
A

JAKARTA - Seorang pelajar Sekolah Menegah Atas (SMA) disiram wajahnya oleh air keras ketika mengendarai sepeda motor di Jalan Pisangan Lama 3, Pulogadung, Jakarta Timur.

Akibatnya, wajah pelajar tersebut mengalami luka terutama di bagian matanya lantaran disiram air keras oleh pelajar SMA lainnya ketika berpapasan di jalan tersebut.

Salah seorang saksi, pedagang minuman ringan, Siti Royani (44) mengatakan korban awalnya hendak dibacok menggunakan senjata tajam oleh pelajar yang dibonceng di sepeda motor, namun berhasil menghindar. Tiba-tiba, pelajar yang mengendarai sepeda motor menyiram air kimia ke arah wajah korban.

"Awalnya dia mau disabet tetapi berhasil menghindar. Karena tidak kena, yang bawa sepeda motor menyiram air kimia ke wajah korban itu. Tetapi sepertinya tidak terlalu keras (larutan kimia), jadinya wajah korban tidak sampai melepuh" ujar Royani saat ditemui di lokasi, Kamis (10/8/2023).

Menurutnya, pelaku dan korban diperkirakan dari sekolah yang berbeda. Dia mengatakan siraman air kimia tersebut juga mengenai anak kecil yang berposisi dibonceng oleh korban.

"Selain pelajar itu, ada anak kecil yang kena juga. Soalnya kan boncengan sama korban di motor. Tetapi saya kurang tahu kondisi anak kecilnya," ujar Royani.

Dia melanjutkan, kondisi luka pada pelajar itu lebih parah dari anak kecil tersebut. Royani menjelaskan, luka hasil siraman terdapat di bagian wajah dan leher.

"Korban itu kena di bagian wajah dan leher. Saya kasih pertolongan pertama dengan air es saja, biar tidak terlalu panas. Saya usap sampai dia bilang sudah mendingan katanya," ujar Royani.

Namun Royani mengaku tidak terlalu melihat jelas wajah pelaku, lantaran langsung melarikan diri. Dia menuturkan pelaku berada dalam posisi rombongan.

"Pokoknya saya mendengar pelaku berteriak 'kabur, kabur'. Jadi saya tidak mengenali wajahnya, apalagi posisinya pelaku itu rombongan," ujarnya.

Royani pun bertanya kepada korban, apakah ada permasalahan dengan pelaku ihwal dendam atau lainnya. Tetapi ia mengatakan korban tidak mengenali identitas pelaku.

"Saya tanya korban ada masalah apa dengan pelajar itu. Tetapi korban bilang tidak kenal pelaku sehingga tidak mengetahui maksud motifnya," terang Royani.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement