Ia pun mengingatkan soal kondisi kekinian dan fenomena politik nasional, yang sudah di depan Mata. Ia meminta pemerintah dan seluruh stakeholders bangsa harus siap melakukan mitigasi sosial menghadapi kemungkinan terjadinya turbulensi politik.
"Kewaspadaan dan kesiapsiagaan dini menghadapi kemungkinan rekayasa dan sekenario global, berkembangnya radikalisme dan intoleransi, serta berbagai penyesatan informasi dan adu domba antar pihak, harus dilakukan, agar Indonesia tetap Bersatu, berdaulat dan utuh selamanya. Penyelenggaraan Pemilu harus dikawal secara damai, demokratis, transparan, jujur, adil dan tanpa kekerasan," kata Kiyai Said.
Terkait kualifikasi kepemimpinan dan calon pemimpin nasional, Kyai Said mengingatkan, warga harus cerdas, agar mampu melahirkan pemimpin bangsa yang memiliki kualifikasi unggul sesuai dengan Syuruthul Imam (Syarat Syarat Pemimpin).
"Menurut fiqih: yakni berilmu dan berpengetahuan luas serta mendalam, bersikap adil, sederhana tidak rakus serta memihak kepentingan masyarakat luas, pemberani menghadapi resiko dan berstartegi dalam berdiplomasi, dan sehat lahir batin serta memiliki sifat peduli dan belas kasih pada masyarakat," bebernya.