Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Di Bawah Bayang-Bayang Persaingan AS-China, Sekutu Arab Terjebak dalam Kompetisi yang Makin Intensif

Susi Susanti , Jurnalis-Selasa, 15 Agustus 2023 |15:22 WIB
Di Bawah Bayang-Bayang Persaingan AS-China, Sekutu Arab Terjebak dalam Kompetisi yang Makin Intensif
Negara Teluk terjebak dibawah bayang-bayang persaingan AS-China (Foto: China Daily/Reuters)
A
A
A

“Kekosongan keamanan yang ditinggalkan oleh AS menciptakan celah yang sebelumnya tidak ada," kata Mohammed Baharoon, Direktur jenderal Pusat Penelitian Kebijakan Publik Dubai, yang dikenal sebagai B'huth.

Dia menegaskan kehadiran China yang tumbuh di Timur Tengah adalah tanggapan langsung terhadap semakin pentingnya kawasan ini, dan kurangnya solusi yang layak terhadap masalah keamanan Teluk. Dia mengatakan strategi AS untuk mengasingkan Iran selama 30 tahun tidak membuahkan hasil apa pun.

John Calabrese, peneliti senior di Middle East Institute mengatakan kepada CNN, negara-negara Teluk tidak mampu mengisi kekosongan itu sendiri, sehingga mereka menjadi lebih otonom dan mulai mengandalkan China.

“Persepsi di antara negara-negara itu, (adalah) bahwa Amerika Serikat tidak mampu atau tidak mau… memenuhi komitmen yang dinyatakannya untuk melayani sebagai penjamin keamanan,” terangnya.

Arab Saudi sangat ingin mencatat bahwa AS bukan satu-satunya mitra internasionalnya. Ditanya oleh Becky Anderson dari CNN pada Oktober tahun lalu apakah kerajaan itu berpihak pada Rusia dalam perangnya dengan Ukraina, duta besar Saudi untuk AS, Putri Reema bint Bandar Al Saud, mengatakan pemerintah memiliki kebijakan untuk melibatkan “semua orang di seluruh dewan”.

Washington membantah menarik diri dari Timur Tengah dan telah menegaskan komitmennya untuk membantu melindungi sekutunya, terutama dari Iran dan proksi-proksinya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement