Tim dari AIPA akan membantu memantau pelaksanaan Konsensus 5 Poin penyelesaian konflik di Myanmar yang telah disepakati negara-negara Asia Tenggara. Selain itu, Tim AIPA juga berencana mengunjungi Myanmar untuk melihat langsung kondisi masyarakat di sana.
Tak hanya soal krisis Myanmar, Sidang Umum AIPA juga membahas mengenai masalah Laut China Selatan yang masih menjadi sengketa sejumlah negara di Asia Tenggara. AIPA pun turut membahas soal konflik Rusia-Ukraina yang masih belum selesai dan berdampak secara global, termasuk di kawasan ASEAN.
Lebih dari itu, DPR pun menyelipkan upaya diplomasi parlemen lewat hospitality-nya sebagai tuan rumah. Perhelatan Sidang Umum AIPA ke-44 kental akan seni budaya dan promosi pariwisata kepada para delegasi.
“Sidang AIPA juga mendukung upaya Pemerintah untuk mengenalkan berbagai obyek pariwisata di Indonesia, di samping agar para delegasi dapat melihat keramahan masyarakat Indonesia,” terang Prof Hikmahanto.
Hosting DPR pada Sidang Umum AIPA tahun ini memang mendapat banyak pujian dari anggota parlemen ASEAN, perwakilan negara observer dan organisasi yang menjadi delegasi pada salah satu event internasional bergengsi itu.
Sebab DPR banyak menyajikan ragam seni budaya selama perhelatan Sidang Umum AIPA. Seperti saat Gala Dinner di mana para delegasi disuguhkan dengan pertunjukan seni budaya Indonesia. Delegasi juga merasa terpuaskan dengan suguhan kuliner-kuliner khas berbagai daerah seperti Soto Lamongan, Es Doger, hingga surabi.
“Penyelenggaraan sangat terorganisir, kami para delegasi sangat bahagia apalagi saat Gala Dinner dan Solidarity Dinner, di luar dugaan kami,” ungkap Anggota Parlemen Filipina, Maria Rachel Arenas.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.