Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepak Terjang Widjojo Soejono dari Bintara Jadi Jenderal TNI

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 22 Agustus 2023 |08:03 WIB
Sepak Terjang Widjojo Soejono dari Bintara Jadi Jenderal TNI
Widjojo Soejono (Foto: Wikipedia)
A
A
A

JAKARTA - Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono, sosok yang mencapai puncak kariernya sebagai Kepala Staf Kopkamtib pada 1980 sebelum akhirnya pensiun pada 1982. Karier militer Widjojo dipupuk dari bawah ketika dirinya menjadi seorang bintara.

Kala itu, Widjojo Soejono menjalani pendidikan perwira tentara sukarela Pembela Tanah Air (PETA). Pria Kelahiran 9 Mei 1928 itu merupakan putra bungsu dari 15 bersaudara dari pasangan Martodidjojo dan Roesmirah.

Prestasi yang cemerlang membuat Widjojo dikirim ke Bogor untuk bisa mengikuti pendidikan Perwira PETA. Setelah PETA dibubarkan, ia kemudian bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) di Kota Surabaya.

Ketika mulai aktif di militer, Widjojo Soejono akhirnya mendapat pangkat Kapten ketika menjabat sebagai Perwira Staf Resimen 33 Divisi VI/Narotama. Sejumlah jabatan diembannya kala itu, Kepala Staf Batalyon 29, Wakil Komandan Batalyon Infanteri 511, dan Komandan Batalyon Infanteri 505/Brawijaya.

Pria asal Tulungagung itu akhirnya mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayor usai bertugas sebagai Komandan Batalyon Infanteri 514 tepatnya pada 1955. Kemudian, Widjojo Soejono mendapat tugas untuk belajar di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada 1957, dan mengajar taktik sebagai guru di Pusat Infanteri di 1959.

Belum genap setahun menjadi pengajar, Widjojo kembali mendapat tugas baru. Dia diangkat menjadi Kepala Staf Resimen Para Komando AD sekaligus mendapat pangkat Letnan Kolonel.

Widjojo kembali mendapat kepercayaan menjadi Komandan Brigade/Para, Caduad/Kostrad di 1961 setelah setahun menjabat. Pada 1963, dia mendapat kesempatan untuk belajar di US Army Command & General Staff College, Fort Leavenworth berkat prestasi dan kecerdasannya.

Widjojo kembali pulang untuk menerima jabatan anyar usai tahun menimba ilmu. Ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Paban Operasi Staf Umum II AD tahun 1964. Setahun menyandang pangkat Kolonel, Widjojo pecah bintang dengan menyandang pangkat Brigadir Jenderal, ketika bertugas sebagai Panglima Komando Tempur IV pada 1965.

Setelah menjadi jenderal, Widjojo mulai sering menerima kepercayaan untuk mengemban posisi strategis di ABRI. Mulai dari Komandan Puspassus AD yang merupakan Kopassus pada masa itu (1967) dan Panglima Kodam XIII/Merdeka (1970).

Hingga akhirnya ia naik pangkat menjadi Mayjen TNI saat mengemban tugas Panglima Kodam VIII/Brawijaya pada 1971. Setelah menjabat selama kurang lebih empat tahun, dirinya dimutasi menjadi Panglima Kowilhan III dan mendapat kenaikan pangkat menjadi Letjen.

Berbagai posisi penting diemban Widjojo saat menyandang pangkat Letjen TNI, mulai dari Panglima Kowilhan II pada 1978, sebelum akhirnya mengemban tanggung jawab sebagai kendali operasional terhadap Operasi Militer di Timor Timur.

Widjojo akhirnya menyandang pangkat jenderal ketika dirinya tengah bertugas sebagai Kepala Staf Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) di tahun 1980, hingga pensiun pada 1982.

Pada 11 Mei 2022, Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono wafat. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama, Kalibata, Jakarta Selatan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement