Visi itu, ditekankan Sigit, datang dari upaya kerja keras dan upaya luar biasa dan terus berkelanjutan. Karena itu, komitmen penguatan kerja sama diperlukan untuk memerangi segala bentuk kejahatan lintas-negara.
"Kita sepakat untuk terus mengembangkan berbagai forum dan mekanisme dalam mewujudkan kerja sama nyata di lapangan, seperti kerja sama pengembangan kapasitas, pertukaran intelijen, police-to-police, mutual legal assistance, dan ekstradisi," tutur Sigit.
Semua itu, kata Sigit, bertujuan untuk memastikan setiap pelaku kejahatan transnasional akan bertanggungjawab atas perbuatan yang telah dilakukan, demi menjaga kepentingan rakyat, khususnya masyarakat ASEAN.
Dalam hal ini, Sigit juga meyakini bahwa Laos mampu menjadi tuan rumah SOMTC dan AMMTC ke depannya untuk memberikan peran dan kontribusi signifikan bagi masa depan komunitas ASEAN.
"Indonesia siap mendukung keketuan Laos dalam AMMTC dan pertemuan terkait dibawah mekanisme AMMTC. Saya juga meminta kepada seluruh pimpinan AMMTC dan Sekretariat ASEAN untuk ikut hadir dan mendukung Laos tahun depan," tutur Sigit.
"Saya harap, pertemuan tersebut terus menghasilkan ide-ide inovatif untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kejahatan lintas negara di kawasan," katanya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.