Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kenapa Garam Dijadikan Bahan Utama Modifikasi Cuaca?

Qur'anul Hidayat , Jurnalis-Selasa, 22 Agustus 2023 |17:08 WIB
Kenapa Garam Dijadikan Bahan Utama Modifikasi Cuaca?
Proses Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan penyemaian garam. (Foto: Ilustrasi/BBC)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah mengupakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan menaburkan garam di langit Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), guna mengurangi polusi udara.

Menurut laporan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) penyemaian mulai dilakukan sejak Sabtu (19/8/2023) dengan 1 sorti penerbangan. Penyemaian awan hampir selama 2 jam penebangan (14.15-16.00 WIB) dengan menaburkan garam semai sekitar 800 kg di atas ketinggian 9000-10.000 kaki.

 BACA JUGA:

Lantas, bagaimana cara kerja modifikasi cuaca dengan menaburkan garam tersebut, serta kenapa garam dijadikan bahan utama?

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pernah menjelaskan, penyemaian garam dilakukan ke awan-awan hujan. Tujuannya agar proses kondensasi berlangsung lebih cepat dan hujan dapat segera turun.

Sementara itu, National Geographic Indonesia menjelaskan, metode ini menggunakan garam yang terdiri atas natrium klorida atau kalium klorida. Penyemaian awan dalah metode ilmiah yang digunakan untuk mengubah pola cuaca alami dan meningkatkan curah hujan di lokasi tertentu.

Dalam prosesnya, pilot terbang langsung ke awan kumulonimbus atau awan kumulus yang menjulang tinggi. Awan tersebut menyerupai marshmallow yang tinggi dan halus dan dibentuk oleh aliran udara ke atas yang kuat dari tanah. Awan ini biasanya berkembang menjadi badai petir.

Setelah pesawat terbang di dalam awan, pilot menyalakan salah satu dari lusinan suar yang dipasang di sayap pesawat dengan mekanisme penembakan di kokpit. Suar yang ditembakkan melepaskan asap dan senyawa garam, seperti natrium klorida atau kalium klorida. Kandunga di garam itu menarik uap air di awan untuk membentuk tetesan air. Tetesan ini menyatu menjadi tetesan yang lebih besar dan setelah cukup berat, akhirnya bisa jatuh sebagai hujan.

(Qur'anul Hidayat)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement