Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Profil dan Perjalanan Karier Praka Riswandi Manik, Paspampres yang Tewaskan Pemuda Asal Aceh

Arief Setyadi , Jurnalis-Selasa, 29 Agustus 2023 |14:18 WIB
Profil dan Perjalanan Karier Praka Riswandi Manik, Paspampres yang Tewaskan Pemuda Asal Aceh
Praka Riswandi Manik (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Praka Riswandi Manik, oknum anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) disorot karena melakukan penculikan, penganiayaan hingga menyebabkan kematian terhadap warga Aceh, Imam Masykur (25).

Berikut profil singkatnya:

Praka Riswandi kelahiran 3 Juni 1994. Bila melihat dari tahun kelahirannya, maka umur Praka Riswandi 29 tahun.

Riswandi berasal dari kesatuan TNI Angkatan Darat (AD). Saat masih berpangkat Prada, Riswandi pernah bertugas menjadi Polisi Militer.

Praka Riswandi yang merupakan anggota Ta Walis 3/3/11 Ki C Walis Yonwalprotneg Paspampres. Saat ini, tergabung dalam Grup A Paspampres.

Melansir wikipedia, Grup A Paspampres merupakan satuan jajaran Pasukan Pengamanan Presiden, Grup ini bermarkas di Jakarta.

Motto yang digunakan adalah Berani Setia Waspada, yang mempunyai makna bahwa di samping sebagai prajurit yang setia terhadap tugas, setia kepada Pancasila dan Sapta Marga, setia kepada bangsa dan negara Republik Indonesia dengan senantiasa menjaga kewaspadaan.

Prajurit Grup A Paspampres juga senantiasa Berani dalam menghadapi berbagai situasi penugasan dalam Pengawalan

Paspampres Grup A memiliki tugas melaksanakan pengamanan fisik langsung jarak dekat setiap saat terhadap Presiden beserta keluarganya dan berkekuatan 4 Detasemen.'

Kasus Praka Riswandi

Menurut Komandan Polisi Militer Kodam Jaya (Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar, Praka Riswandi tak sendiri namun ada dua anggota TNI yang turut terlibat penculikan dan penganiayaan warga Aceh Imam Masykur. Mereka bertiga terhadap korban tidak saling kenal.

Ketiga oknum TNI sudah mengetahui apabila Imam menjual obat-obatan. Riswandi, J dan HS akhirnya mengaku menjadi polisi bodong sehingga bisa menculik dan memeras Imam.

"Ya dia sudah mengetahui kalau kelompok ini penjual obat-obatan itu, dan kalau dia diculik, diperas, dia cenderung tidak lapor dengan kepolisian," kata dia.

"Jadi pura-pura jadi polisi bodong, tangkap, terus meminta sejumlah uang buat ditebus," imbuhnya.

Namun, Irsyad berspekulasi penculikan itu kelewatan sehingga menyebabkan korban tewas. "Namun pelaksanaannya mungkin kelewatan sehingga menyebabkan meninggal itu aja simpel," ujarnya.

Jasad Imam Masykur dibuang para pelaku ke Waduk Jatiluhur, Purwakarta hingga hanyut ke Karawang. "Kemudian hanyut, tanggal 15 Agustus ketemu di sungai di daerah Karawang. Nah pria tidak dikenal ini diamankan kepolisian dibawa ke RSUD," tuturnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement