Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Misteri Pasangguhan Jabatan Strategis Istana di Pemerintahan Majapahit

Avirista Midaada , Jurnalis-Senin, 04 September 2023 |05:29 WIB
Misteri Pasangguhan Jabatan Strategis Istana di Pemerintahan Majapahit
Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)
A
A
A

Mereka juga disebut sebelum sang panca Wilwatika yang terdiri dari patih, demung, kanuruhan, rangga, dan tumenggung dan sesudah tiga Mahamenteri, Mahamenteri Hino, Mahamenteri Hala dan Mahamenteri Sirikan. Keempat pasangguhan itu disebut Rakryan mantri, dipuji tentang jasa dan keberaniannya di medan perang.

 BACA JUGA:

Dua di antara empat pasangguhan itu disebut lagi dalam piagam Penanggungan, 1296. Pasangguhan Sang Arya Adikara dan Sang Arya Wiraraja tidak lagi disebut. Hal itu perlu dihubungkan dengan pemberitaan Pararaton mengenai pemberontakan Rangga Lawe alias Sang Arya Adikara pada tahun 1295, di mana Rangga Lawe mati terbunuh.

 BACA JUGA:

Sepeninggal Rangga Lawe, Sang Arya Wiraraja tidak lagi tinggal di Majapahit, tetapi di Lumajang sebagai pembesar yang tidak tunduk kepada Majapahit. Lumajang diserahkan kepada Wiraraja sesuai dengan janji Sanggramawijaya. Mungkin itulah sebabnya maka pasangguhan Sang Arya Adikara dan Sang Arya Wiraraja itu tidak lagi disebut dalam piagam Penanggungan, yang dikeluarkan setahun setelah pemberontakan Rangga Lawe.

Dua orang pasangguhan lainnya ialah Sang Nayapati Pu Lunggah dan Seg Pranaraja, Pu Sina diberitakan pada lempengan 3 b baris enam dan 4a baris satu. Hanya Piagam Kudadu dan Piagam Penanggungan yang memberitakan tentang adanya jabatan pasangguhan dengan kata mapasanggahan.

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement